Jangan Bekerja Sendiri! Anda Tetap Butuh Orang Lain
Kalangan Sendiri

Jangan Bekerja Sendiri! Anda Tetap Butuh Orang Lain

Lori Official Writer
      773

Saudara yang dikasih Tuhan, apa kabar Anda hari ini? Kiranya damai sejahtera, sukacita, dan perlindungan Tuhan senantiasa menaungi hidup kita. Hari ini kita belajar satu kebenaran penting dari Firman Tuhan yang kita gali dari kitab Pengkhotbah.

 

Pengkhotbah 4: 9-10

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”  

 

Hari ini kita akan belajar dari kebenaran Firman Tuhan tentang visinya Tuhan yang ditaruh dalam hidup kita, bagaimana Tuhan menempatkan kita untuk kita bisa berjalan bersama orang-orang yang diurapi Tuhan. Tentunya Anda juga punya visi panggilan dalam hidup masing-masing karena Dia mau hidup Anda dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain. 

Namun, saudara yang dikasihi Tuhan, untuk mengerjakan setiap panggilan itu kita tidak bisa sendiri - kita membutuhkan orang lain yaitu mitra yang berjalan bersama, saling menopang dan saling menguatkan.

Yesus sendiri memberi teladan yang jelas. Dia bersama dengan murid-murid-Nya ada 12 orang dan bagaimana mereka bersama-sama menjalankan hatinya Bapak untuk menghasilkan banyak tuaian jiwa. Dalam Pengkhotbah 4: 9-10, dikatakan "Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!”  

Namun kita tidak pungkiri, kalau di pertengahan jalan  kita pasti akan bertemu dengan kebuntuan sampai kelelahan. Seperti di jaman dulu Musa disuruh oleh mertuanya untuk membagi satu orang memimpin 50 orang. Kalau terlalu banyak dipimpin oleh satu orang, bisa jadi dia akan kewalahan karena dia sendirian. Sehingga tangannya ditopang oleh Harun. Jadi Tuhan menempatkan kita dalam menjalankan panggilan itu bukan sendirian, tetapi dengan orang lain karena di saat kita tidak mampu, ada teman kita yang memberikan semangat dan kekuatan. Mari melihat kisah seperti Saulus dan Barnabas yang diutus, seperti disampaikan dalam 1 Korintus 13, bagaimana kuasa Allah turun atas mereka dan mereka bisa memberkati banyak orang. Ada 3000 orang yang bertobat, tapi Saulus dan Barnabas saling menopang. 

Allah kita adalah Allah yang berkomunitas. Ia menciptakan Adam bersama Hawa. Ia menyelamatkan Nuh bersama keluarganya. Tuhan mengajar kita bahwa kehidupan dan panggilan iman dijalani dalam kebersamaan. 

Ketika seseorang berjalan sendirian—mengandalkan pikirannya sendiri dan keputusannya sendiri—ia mudah tersesat. Namun ketika kita memiliki partner rohani, mereka dapat menegur dengan kasih, memberi nasihat, dan menolong kita melihat kehendak Tuhan dengan lebih jernih. Sering kali, hikmat Tuhan justru disampaikan melalui orang-orang di sekitar kita. 

Hari ini, renungan ini menjadi dorongan bagi setiap kita yang sedang menjalankan visi—baik dalam pelayanan, gereja, komunitas, pekerjaan, maupun keluarga. Izinkan orang-orang yang Tuhan percayakan dalam hidup Anda untuk masuk ke dalam lingkaran terdekat: memberi masukan, mengoreksi, dan berjalan bersama. 

Sebab sendiri kita bisa berjalan, tetapi bersama kita akan melangkah lebih jauh dan menghasilkan lebih banyak.    

 

Momen Refleksi: 

1. Apa panggilan yang Tuhan ingin Anda kerjakan di tahun ini?  

2. Bagaimana Anda bisa merealisasikan panggilan tersebut? Adakah orang lain atau tim yang mendukung Anda untuk mengerjakannya? 

3. Ambil waktu untuk berdoa agar Tuhan memberikan Anda keterbukaan untuk mau melibatkan orang lain di dalam mengerjakan panggilan ini dan berdoalah agar Tuhan menghadirkan orang yang tepat dan punya beban visi yang sama dengan Anda.  

 

Tuhan Yesus memberkati. 

 

Hak Cipta ©Maria Kaesmetan, Departemen Spiritual Life CBN Indonesia

Ikuti Kami