Miliki 3 Jangkar Ini Saat Hadapi Badai Hidup!
Kalangan Sendiri

Miliki 3 Jangkar Ini Saat Hadapi Badai Hidup!

Lori Official Writer
      204

Ayat Renungan: Kisah Para Rasul 27: 21-24 - "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau."

 

Bayangkan saat Anda sedang berlayar menaiki sebuah kapal, dan setelah di pertengahan lautan tiba-tiba muncul badai besar. Apa yang kira-kira akan Anda lakukan? Apakah Anda akan panik dan takut? Anda juga mungkin akan mendesak nahkoda dan awak kapal melakukan sesuatu untuk menyelamatkan semua orang.

Di Kisah Para Rasul 27, dikisahkan tentang pengalaman Rasul Paulus saat dalam perjalanan menaiki kapal dari Kaisarea menuju Roma. Kapal yang ia dan puluhan orang dilanda badai hebat, dan selama 13 hari mereka terombang-ambing di lautan hingga akhirnya terdampar di Pulau Malta.

Kita bisa bayangkan betapa hebatnya ngoncangan emosional yang dialami orang-orang di dalam kapal, ketika mereka harus bertarung nyawa selama belasan hari di atas lautan. Tetapi mari melihat bagaimana respon Rasul Paulus. 

Di dalam Kisah Para Rasul 27: 22, dia berdiri di hadapan semua orang dan menguatkan mereka. Sekalipun mungkin dia merasa kecewa karena nasihatnya tidak didengarkan, namun Paulus menguatkan mereka agar mereka tetap bertabah hati dan bahwa tidak seorang pun di antara mereka yang akan kehilangan nyawa di dalam situasi tersebut. 

Bagaimana Paulus bisa berdiri sebegitu berani dan percaya? Jika kita membaca seluruh perikop ini, kita akan menemukan bahwa Paulus memiliki jangkar iman yang teguh di dalam Tuhan.

Ada 3 jangkar iman yang membuatnya yakin dengan penyertaan Tuhan sekalipun saat badai melanda.

Pertama, janji kehadiran Tuhan. Paulus ingat bahwa meskipun kapalnya terombang-ambing, Tuhan tetap melihatnya. Malaikat Tuhan datang dan berkata, "Jangan takut!" (Kisah Para Rasul 27:24).

Kedua, tujuan Tuhan. Pertemuannya dengan malaikat meyakinkan Paulus akan tujuan Tuhan dalam hidupnya (Kisah Para Rasul 27:24). Jadi, dia tahu bahwa badai tersebut tidak akan menenggelamkannya.

Ketiga, tujuan Tuhan. Paulus dengan tegas menyampaikan, "Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku." (Kisah Para Rasul 27:25). Iman yang dimiliki Paulus membuatnya percaya akan janji Tuhan, sehingga dia berdiri untuk menyatakan janji-Nya kepada orang-orang yang sedang berputus asa dan kuatir dalam hidupnya.

Jadi, ketika kapal kehidupan kita sedang diombang-ambingkan badai. Apa yang harus kita lakukan? Mari mengambil langkah untuk mencari kehadiran Tuhan, percaya tujuan-Nya dan mengimani janji-janji-Nya terjadi dalam hidup kita. Percayalah bahwa badai pasti berlalu! Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa badai, tetapi Dia berjanji kita tidak akan tenggelam.

 

Momen Refleksi:

1. Saat menghadapi badai kehidupan, bagaimana Anda dapat lebih menyadari kehadiran Tuhan di tengah pergumulan Anda, apa tujuan-Nya dalam hidup Anda, dan bagaimana janji-Nya bisa menguatkan Anda?

2. Bagaimana Anda dapat menguatkan orang lain yang sedang mengalami badai dalam hidup mereka, seperti yang dilakukan Paulus?

Ikuti Kami