Belajar Menerima dan Mau Bekerja Sama
Kalangan Sendiri

Belajar Menerima dan Mau Bekerja Sama

Lori Official Writer
      184

Apa kabar hari ini? Doa saya, kiranya kita semua ada dalam keadaan baik dan terus hidup di dalam kasih serta kemurahan Tuhan. 

 

Filipi 2: 2-3 

"...hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri..." 

 

Sebagai satu tubuh di dalam Kristus, Firman Tuhan mengajarkan kita satu kebenaran penting: menganggap orang lain lebih utama daripada diri kita sendiri. Inilah yang Rasul Paulus sampaikan kepada jemaat di Filipi, "...hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri..." (Filipi 2: 2-3). Paulus tidak hanya menyampaikan ini sebagai nasihat atau wejangan semata, tetapi dia mengajak setiap orang yang telah dipersatukan di dalam satu tubuh Kristus menjadikan hal ini sebagai cara hidup yang Tuhan kehendaki dalam setiap relasi dan pelayanannya.

Mengapa hal ini penting? Karena sesungguhnya kita membutuhkan orang lain. Kita tidak diciptakan untuk berjalan sendiri. Setiap orang memiliki keterbatasan, dan justru melalui orang lain, Tuhan melengkapi kelemahan kita. 

Bayangkan sebuah paduan suara. Tidak semua orang memiliki suara yang indah atau mampu menyanyi dengan baik. Namun ketika setiap suara bersatu, tercipta harmoni yang indah. Begitu pula tubuh kita—tangan tidak bisa bekerja tanpa kaki, dan kita tidak bisa hidup tanpa fungsi hidung yang menyalurkan napas ke paru-paru. Setiap bagian memiliki peran yang penting. 

Demikian juga dalam kehidupan dan pelayanan. Tanpa saudara seiman, rekan kerja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita, kita tidak akan mampu menjalani panggilan Tuhan dengan maksimal. Karena itu, Tuhan mengajar kita untuk menghargai orang lain, melihat nilai dalam diri mereka, dan berjalan bersama sebagai satu kesatuan. 

Ketika kita belajar menghargai sesama dan bekerja sama, pekerjaan Tuhan dapat diselesaikan dengan lebih efektif, dan banyak orang akan diberkati melalui hidup kita.  

 

Action Praktis: 

1. Belajar merendahkan hati dengan mengakui bahwa kita membutuhkan orang lain. 

2. Hargai kemampuan dan peran orang lain dan mulai bangun kerja sama agar target dan tujuan kita bisa tercapai dengan baik. 

 

Tuhan Yesus memberkati. 

 

Hak Cipta ©Maria Kaesmetan, Departemen Spiritual Life CBN Indonesia 

Ikuti Kami