Giat Gunakan Waktu yang Ada!
Kalangan Sendiri

Giat Gunakan Waktu yang Ada!

Lori Official Writer
      179

Mazmur 90: 12

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

 

Jika Anda adalah orang yang mengikuti perkembangan zaman tentang bangsa-bangsa atau bahkan update terkini tentang apa yang sedang giat dikerjakan gereja-gereja di dunia saat ini, Anda akan mengangguk setuju bahwa, “Kita tidak punya banyak waktu lagi.”

Kita hidup di masa yang bergerak sangat cepat. Perubahan terjadi di berbagai bidang—teknologi, budaya, cara berpikir, bahkan nilai-nilai kehidupan. Banyak orang mulai hidup seolah-olah Tuhan tidak lagi relevan. Di tengah situasi seperti ini, pertanyaannya bukan hanya apa yang sedang dunia lakukan, tetapi apa yang sedang kita lakukan dengan waktu yang Tuhan beri?

Mazmur 90:12 mengingatkan kita untuk menghitung hari-hari kita. Menghitung berarti menyadari bahwa waktu itu terbatas dan berharga. Bukan untuk membuat kita takut, tetapi supaya kita hidup dengan arah. Rasul Paulus juga berkata dalam Efesus 5:16, “Pergunakanlah waktu yang ada.” Artinya ada tanggung jawab dalam setiap hari yang kita jalani.

Sering kali kita menunda. Menunda berdoa lebih sungguh-sungguh. Menunda memulai pelayanan. Menunda memperbaiki hubungan. Menunda mengerjakan tujuan yang Tuhan sudah taruh di hati kita. Sementara kita lupa menyadari bahwa hidup ini seperti uap yang sebentar saja sudah lenyap (Yakobus 4:14).

Bijaksana bukan hanya tahu bahwa waktu itu penting. Bijaksana berarti mengatur prioritas. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan seperti apa hasil yang kita lihat di akhir tahun, bahkan di akhir hidup kita. Konsistensi kecil setiap hari akan menghasilkan dampak besar (Amsal 21:5).

Mungkin kita merasa dunia masih lama berubah. Tetapi perubahan sering datang tanpa aba-aba. Jika kita tidak melatih diri dari sekarang untuk disiplin, setia, dan fokus, kita bisa kehilangan banyak kesempatan yang Tuhan percayakan.

Tuhan tidak menuntut kita melakukan semuanya sekaligus. Namun Dia rindu kita setia mengerjakan apa yang sudah jelas di depan mata hari ini. Waktu terus berjalan. Setiap hari adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam doa, memperjuangkan panggilan, dan membangun relasi yang lebih dalam dengan Tuhan.

 

Refleksi Pribadi:

Renungkan dengan jujur:

1. Waktu saya paling banyak habis untuk apa?

2. Apakah jadwal harian saya mencerminkan bahwa Tuhan adalah prioritas?

3. Jika hari ini adalah kesempatan terakhir untuk memperbaiki satu hal, apa yang akan saya lakukan?

Ikuti Kami