Menjaga Api Tetap Menyala
Kalangan Sendiri

Menjaga Api Tetap Menyala

Lori Official Writer
      19

Lukas 24:32

Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

 

Ada masa dalam perjalanan iman ketika api semangat itu terasa redup. Kita tetap melangkah, tetap mengerjakan visi dan panggilan Tuhan, tetapi hati terasa lelah. Kita tetap melangkah, tetap melayani, tetap bekerja, tetapi hati kita Lelah dan semangat kita redup. Ada saatnya kita merasa berjalan sendirian dan kehilangan kekuatan untuk maju.

Dua murid yang berjalan ke Emaus pun mengalami hal yang sama (Lukas 24). Mereka melangkah dengan hati penuh kecewa. Harapan mereka tentang Yesus seakan berakhir di kayu salib. Namun, tanpa mereka sadari, Yesus yang telah bangkit justru berjalan bersama mereka. Ia tidak meninggalkan mereka dalam kesedihan. Ia hadir, mendengar, dan dengan sabar menjelaskan Firman Tuhan.

Perjumpaan itu mengingatkan kita akan satu kebenaran penting: Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Bahkan ketika mata rohani kita belum mampu mengenali-Nya, Dia tetap setia berjalan di sisi kita. Ia tidak hanya menyertai, tetapi juga memberikan janji-Nya sebagai kekuatan—janji penyertaan, pengharapan, dan masa depan. Janji itulah yang menolong kita untuk terus bergerak maju dengan berani, tanpa menyerah.

Api di hati kedua murid itu kembali menyala bukan karena keadaan mereka berubah, tetapi karena mereka menyadari bahwa Yesus hidup dan setia menepati janji-Nya. Begitu juga dengan kita saat kita terus berjalan bersama Tuhan—meski lemah, meski bingung—Firman-Nya menguatkan, hadirat-Nya meneguhkan, dan api panggilan itu dinyalakan kembali.

Saudara, menjaga api tetap menyala bukan tentang seberapa kuat kita bertahan, tetapi tentang seberapa setia kita melekat pada Tuhan yang tidak pernah melepaskan kita.

 

Action Praktis:

Hari ini, ambil waktu 5 menit untuk mengingat satu janji Tuhan yang pernah menguatkan hidupmu. Baca ayat itu dengan perlahan, lalu berdoalah: “Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkanku. Aku memilih percaya pada janji-Mu dan terus melangkah bersama-Mu.”

Mari menjaga api semangat kita tetap menyala karena Ia yang berjanji setia menolong kita.  

Ikuti Kami