Mati Sebelum Kita Mati
Kalangan Sendiri

Mati Sebelum Kita Mati

Lori Official Writer
      37

Ayat Renungan: Roma 6: 14“Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.”

 

Kita harus mati sebelum kita mati! Inilah ungkapan yang kita kenal di dalam kekristenan, sebagaimana diumpamakan seperti biji gandum yang mati dan tumbuh menghasilkan banyak buah (Yohanes 12: 24).  

Dalam hal apa kita harus mati? Kita harus mati terhadap dosa (Roma 6: 2, 11). Ini adalah proses kematian sebelum kematian yang perlu kita lalui sebagai orang-orang percaya. Karena melalui kematian ini, kita berpindah dari “hamba dosa” menjadi “hamba Allah” (Roma 6: 6). 

Tentang kematian, Paulus menyampaikan, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” (Roma 6: 3-5) Seperti inilah fase kematian dan kelahiran baru yang kita alami di dalam Kristus. 

Ketika kita mengalami kematian terhadap dosa, hati kita akan semakin peka terhadap setiap godaan dan pelanggaran. Roh Kudus yang berdiam di dalam kita akan menggerakkan hati dan memberi kepekaan rohani agar kita tidak lagi hidup di bawah kuasa dosa. Itulah kasih karunia Tuhan—kasih yang membebaskan, bukan sekadar mengampuni, tetapi juga memberi kuasa untuk hidup benar di hadapan-Nya (Roma 6:14).

Lalu, bagaimana kita bisa mengalami kematian ini? Kuncinya adalah hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Hanya dengan kekuatan Roh Kudus kita dimampukan untuk mematikan perbuatan-perbuatan dosa dan hidup sebagai anak-anak Allah (Roma 8:13-14). Inilah kehidupan yang sejati—mati sebelum mati, agar kita dapat hidup setelah kita mati. 

Saudara terkasih, sudahkah kita sungguh-sungguh hidup dalam kasih karunia Tuhan? Ataukah kita masih terikat pada dosa yang menahan kita untuk mengalami kebangkitan sejati dalam Kristus? Tuhan telah memberikan anugerah-Nya yang sempurna agar kita hidup dalam kemerdekaan, bukan lagi sebagai hamba dosa, melainkan sebagai anak-anak Allah yang berbuah bagi kemuliaan-Nya. Mari, tinggalkan dosa, hiduplah dipimpin oleh Roh Kudus, dan nikmati kehidupan baru yang penuh dengan kuasa dan kasih karunia-Nya!

 

Momen Refleksi:

1. Bagaimana Anda meresponi kasih karunia Tuhan yang sudah Anda terima?

2. Dalam hal apa Anda masih berjuang untuk mematikan hidup Anda dari perbuatan-perbuatan dosa?

Ikuti Kami