Tanpa Tuhan, Kita Tak Bisa Berbuat Apa-apa
Kalangan Sendiri

Tanpa Tuhan, Kita Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Lori Official Writer
      12

Yohanes 21:3 & 6

"Malam itu mereka tidak menangkap apa-apa...Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."

 

Petrus dan beberapa murid memutuskan kembali ke laut setelah kematian Yesus. Mereka ini nelayan sejak muda — tahu kapan waktu terbaik untuk menjala, tahu di mana ikan biasa berkumpul. Tapi malam itu, setelah semalaman penuh bekerja, yang tersisa hanya jaring kosong dan rasa lelah.

Lalu Yesus berdiri di tepi pantai dan berkata, coba sisi kanan perahu. Hasilnya luar biasa — jaring mereka segera penuh ikan, sehingga mereka tidak sanggup menariknya ke atas perahu (Yohanes 21: 5-6).

Yang menarik bukan mukjizatnya — tapi justru siapa yang mengalaminya. Bukan orang awam yang tidak tahu cara menangkap ikan. Ini orang-orang yang sudah bertahun-tahun hidup dari laut. Kalau ada yang paling tahu cara melakukannya dengan benar, merekalah orangnya. Tapi malam itu, semua pengalaman itu tidak cukup.

Saat bersama Yesus, para murid menyaksikan hal-hal mustahil terjadi — badai seketika reda, jaring kosong menjadi penuh, orang sakit dan kerasukan dipulihkan. Di sisi lain, mereka juga melihat bahwa kekayaan dan jabatan tidak mampu melakukan hal yang sama. Dari semua itu, mereka belajar satu hal bahwa mereka tidak bisa mengandalkan diri sendiri

Hal serupa berlaku dalam kehidupan kita masing-masing. Kita mungkin melihat bagaimana dunia berkata bahwa "Kesuksesan dan kekayaan yang mereka punya adalah hasil dari usaha dan kerja keras mereka." Atau "Kepintaran dan gelar yang mereka punya adalah jalan untuk memperoleh pekerjaan atau jabatan." Melalui kaca mata manusiawi kita mungkin itu terdengar benar. Tetapi jika kita melupakan Tuhan, kita berisiko menjadi seperti para murid malam itu — pengalaman dan semua yang kita punya justru tidak membantu. Walaupun kita bekerja keras sepanjang malam, kita justru pulang tanpa hasil apapun.

Bagi Yesus, memenuhi jaring dengan ikan bukanlah hal besar. Namun melalui kegagalan para murid, Dia menunjukkan bahwa keahlian dan pengalaman saja tidak cukup. Ketika itu dipadukan dengan kebergantungan kepada Tuhan, hasilnya justru akan melampaui apa yang bisa kita capai dengan kekuatan kita sendiri.

Jadi bukan soal kita kurang kemampuan, tetapi apakah kita mau mengandalkan Tuhan untuk memperoleh hasil yang jauh lebih besar? Tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa!

 

Refleksi Pribadi:

Pernahkah Anda berada di titik seperti para murid itu — bukan karena kurang keahlian atau kurang berusaha, tetapi Anda tetap saja gagal? Apa yang akhirnya menyadarkan Anda bahwa Anda membutuhkan Tuhan?

Bagikan pengalaman itu kepada orang-orang terdekat Anda. Ceritakan bagaimana proses Anda belajar untuk kembali mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan — dan saksikanlah bagaimana kesaksian Anda bisa menguatkan iman orang lain.

Ikuti Kami