Memakai Posisi untuk Memberkati

Renungan Harian / 30 June 2026

Memakai Posisi untuk Memberkati
Lori Official Writer
      266

Rut 2: 8

Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan."

 

Di dunia kerja, orang yang punya kuasa sering kali lupa pada mereka yang tidak punya suara. Jabatan yang naik, kesibukan yang bertambah, dan lingkaran pergaulan yang makin sempit — semuanya perlahan mendorong kita untuk hanya melihat ke atas dan berhenti memperhatikan siapa yang ada di bawah.

Boas adalah kebalikan dari itu semua.

Ia disebut "gibbor hayil" — seseorang yang kaya raya dan berpengaruh atau bisa juga diartikan sebagai pahlawan yang gagah perkasa. Di masa itu, dia adalah pemilik tanah yang kaya dan berpengaruh. Tapi yang paling menonjol dari Boas bukan kekayaannya, melainkan caranya memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Ia menyapa para pekerjanya dengan kata-kata berkat: "TUHAN kiranya menyertai kamu." (Rut 2: 4). Ia memperhatikan seorang perempuan asing — Rut, seorang janda miskin yang memungut sisa-sisa gandum di ladangnya — dan bukannya mengusir, ia justru melindungi, memberi makan, dan membuka ruang baginya untuk terus dating (Rut 2: 8).

Boas tidak merasa posisinya terlalu tinggi untuk memperhatikan orang kecil. Ia tidak menjadikan statusnya sebagai tameng untuk berjarak, melainkan sebagai jembatan untuk menjangkau. Di tangannya, ladang yang ia miliki bukan sekadar sumber penghasilan — ia menjadi perpanjangan kasih Tuhan bagi mereka yang paling membutuhkan.

Di zaman sekarang, mungkin kita hanya bisa menemukan segelintir pemimpin seperti Boas - yang tetap rendah hati dan memperlakukan orang-orang paling kecil di bawahnya. Yang banyak kita temukan justru para pemimpin yang di awal karirnya terlihat rendah hati dan perlahan berubah setelah mereka menduduki jabatan yang berpengaruh. Pemimpin yang dulunya memperlakukan bawahan sebagai rekan berubah menjadi pemimpin yang semena-mena. Mereka yang tega mempermalukan bawahan di depan umum atau yang mengklaim keberhasilan tim sebagai prestasi pribadi. Inilah kebenarannya, bahwa semakin besar kekuasaan seseorang maka akan semakin berkurang kemampuan empatinya terhadap orang lain.

Tetapi hari ini, kita mau belajar dari Boas - yang walaupun memiliki pengaruh besar, kekayaan, dan otoritas penuh, dia tetap memperlakukan para penyabit jelai serta yang paling rendah dari itu yaitu para pemungut sisa jelai dengan kasih. Boas tidak kehilangan hatinya ketika ia berada di puncak — dan itu bukan kebetulan. Itu adalah buah dari iman yang terus ia jaga, bahwa segala sesuatu yang ia miliki adalah titipan Tuhan untuk dibagikan, bukan untuk membuatnya bebas memperlakukan orang lain seenaknya. 

Inilah yang Tuhan ingin proses melalui pekerjaan dan jabatan kita saat ini agar kita memakainya sebagai saluran kasih bagi banyak orang.

 

Momen Refleksi:

1. Mungkin Anda adalah seorang pemimpin di tempat kerja, di lingkungan rumah, atau di komunitas Anda — apakah ada seseorang yang membutuhkan perhatian dan kebaikan dari Anda?

2. Hari ini, jadilah Boas bagi orang lain. Sapa dengan tulus, perhatikan dengan sungguh, dan buka tangan Anda untuk menjadi berkat. Karena mungkin, posisi dan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada Anda memang disiapkan untuk saat-saat seperti ini.

 

Baca Juga Renungan Lainnya:

Dipaksa Masuk Dalam Rencana Tuhan

Tak Dibiarkan Menjadi Batu Sandungan

Masuk Tungku Bukan Sebagai Hukuman Tetapi Pembentukan

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?