Sukacita: Parameter Iman yang Sukses

Renungan Harian / 2 August 2008

Kalangan Sendiri
Sukacita: Parameter Iman yang Sukses
Admin Spiritual Official Writer
      9210
Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 33; 1 Tesalonika 5; Yesaya 19-20

Dalam tradisi Perjanjian Lama, Tahun Yobel (Jubilee) berlangsung setiap 50 tahun sekali. Tahun ke-50 itu dirayakan sebagai tahun pembebasan. Pada saat itu, para budak dan tawanan akan dibebaskan dan hutang-hutang akan dihapuskan. Hal ini pun merupakan langkah iman untuk menunjukkan bahwa orang-orang Israel percaya Tuhan mampu menyediakan kebutuhan mereka.

Jika kita betul-betul beriman pada kasih setia Tuhan, kita akan percaya bahwa Dia akan selalu mencukupi segala kebutuhan kita, walaupun keadaan di sekitar kita sedang hancur berantakan. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengatakan, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah."

Seringkali, jalan keluar dari masalah kita sudah ada di depan mata. Tapi karena kita begitu kuatir, atau takut, kita menjadi seperti orang lumpuh yang tidak mampu lagi berbuat apa-apa. Iman bahwa Tuhan menyertai dan menolong akan memampukan kita untuk melakukan hal-hal yang secara logika tampaknya mustahil.

Takut atau "fear" dalam bahasa Inggrisnya dikatakan oleh Joyce Meyer adalah "False Evidence Appearing Real", bukti palsu yang tampaknya sangat nyata, bahkan begitu nyata sehingga ukurannya bisa menjadi berkali-kali lipat dari ukuran yang sebenarnya.

Faktanya, di tahun 2008 ini dunia sedang dibayangi oleh krisis moneter. Pasar saham AS bergejolak dan great depression kedua mungkin terjadi, yang akan berpengaruh pula pada dunia global, termasuk Indonesia. Adalah fakta pula, bahwa 10 tahun yang lalu (tahun 1998) Indonesia mengalami krisis sosial dan ekonomi yang sangat parah. Tapi Tuhan selalu menyertai Anda, bukan? Buktinya Anda masih bisa membaca tulisan ini. Hadapilah fakta-fakta yang tampaknya menakutkan ini dengan iman bahwa Tuhan memelihara. Anda pasti akan bisa bersukacita!

Sukacita adalah parameter sukses dari iman.


Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?