Bukan Karena Layak, Namun Karena Kasih Karunia Kekal
Kalangan Sendiri

Bukan Karena Layak, Namun Karena Kasih Karunia Kekal

Lori Official Writer
      78

Ayat Alkitab: Efesus 2: 8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

 

Berapa banyak dari kita yang berpikir bahwa keselamatan kita tergantung pada usaha dan perbuatan baik kita? Kita merasakan tidak cukup baik bagi Tuhan dan mulai mengusahakan kebaikan untuk menjadi layak. 

Kenyataannya, jika keselamatan bergantung pada kita, tentu tidak seorangpun yang bisa menerimanya. Dosa menjadi jurang pemisah antara kita dan kekudusan Tuhan, yang tidak hanya mencemari perbuatan kita tetapi dosa juga masuk ke dalam hati kita (Yeremia 17:9). Sejak lahir, kita sudah berdosa (Mazmur 51: 7). Jadi perbuatan baik sebanyak apapun yang kita usahakan tidak akan mampu menjadi jembatan untuk memperoleh keselamatan kita. 

Tapi inilah kabar baiknya: kita diselamatkan bukan karena kita layak, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang kekal! Efesus 2:8-9 dengan jelas menyampaikan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Kasih karunia, sebuah pemberian cuma-cuma yang tidak layak kita terima, adalah satu-satunya harapan kita. Kasih karunia ini berakar dalam Kristus, dalam kematian dan kebangkitan-Nya yang menggantikan kita.

Di kayu salib, keadilan dan kasih Allah bertemu—dosa kita dihukum, tetapi kita diampuni oleh darah Kristus (Kolose 1:14). Inilah sebabnya kita tidak bisa menyombongkan diri. Jika keselamatan bergantung pada usaha kita, maka itu bukan kasih karunia, melainkan upah. Tetapi Roma 6:23 berkata, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

Ketika kita memahami kasih karunia ini, kita mengingat bahwa Tuhan tetap bekerja, dan iman memungkinkan kita menemukan kedamaian dalam hadirat-Nya. Kita tidak lagi merasa tidak layak dan berusaha menukar keselamatan dengan perbuatan baik kita. Sebaliknya, kita mengucap syukur atas kasih karunia-Nya dan memeliharanya sebagai kekuatan untuk kita tetap teguh bertahan di setiap musim kehidupan sampai masa hidup kita habis.

 

Momen Refleksi:

Apakah Anda sudah benar-benar menerima kasih karunia di dalam Yesus Kristus atau Anda terus berjuang untuk memperoleh keselamatan dengan usaha Anda sendiri?

Ikuti Kami