Kebaikan Tidak Pernah Sia-Sia

Renungan Harian / 26 July 2026

Kebaikan Tidak Pernah Sia-Sia
Aprita L Ekanaru Official Writer
      167

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Galatia 6:9

 

Kalau mau jujur, ada kalanya kita lelah menjadi orang baik. Kita sudah berusaha sabar, tetapi justru diperlakukan tidak menyenangkan. Kita sudah tulus membantu, tetapi jangankan mendapat ucapan terima kasih, kebaikan kita malah dianggap biasa atau dimanfaatkan.

Rasul Paulus tahu bahwa berbuat baik tidak selalu mudah. Karena itulah ia mengingatkan pada Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik.” Kata-kata ini menunjukkan bahwa rasa lelah memang bisa muncul. Tuhan tidak mengabaikan perasaan kita. Namun, Dia juga tidak ingin rasa lelah itu membuat kita berhenti melakukan hal yang benar.

Berbuat baik mirip seperti menanam benih. Benih yang baru dimasukkan ke dalam tanah tidak langsung berubah menjadi pohon yang berbuah keesokan harinya. Untuk beberapa waktu, benih itu tertutup tanah, tidak terlihat, dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal, di tempat yang tidak terlihat, akar sedang mulai tumbuh. Begitu juga dengan kebaikanmu. Mungkin hari ini ketulusanmu tidak dianggap. Pengorbananmu tidak diketahui. Pertolonganmu dilupakan begitu saja. Namun, bukan berarti semuanya sia-sia. Tuhan melihat setiap hal kecil yang kamu lakukan dengan hati yang tulus.

Dia melihat saat kamu memilih tetap sabar meski disakiti. Dia tahu saat kamu tetap menolong meski tidak mendapat balasan. Dia memperhatikan saat kamu memilih mengampuni meski hatimu masih terluka.

Di Galatia 6:9 tidak menjanjikan bahwa hasilnya akan langsung terlihat. Ayat ini mengatakan bahwa kita akan menuai "apabila sudah datang waktunya". Artinya, ada waktu Tuhan yang perlu kita percayai.

Saudaraku, kita boleh merasa lelah, tetapi jangan berhenti. Beristirahatlah dalam Tuhan, periksa kembali motivasi hatimu, lalu lanjutkan menabur kebaikan. Mungkin kamu belum melihat hasilnya sekarang, tetapi Tuhan tidak pernah melupakan satu pun benih yang ditanam dengan kasih.

Jangan menyerah di tengah jalan. Masa panen mungkin belum tiba, tetapi Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika kita belum bisa melihatnya.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?