Berani Berkata Tidak Untuk Tetap Fokus Pada yang Utama

Renungan Harian / 9 September 2026

Berani Berkata Tidak Untuk Tetap Fokus Pada yang Utama
Lori Official Writer
      99

Kisah Para Rasul 6:2-4

"Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: 'Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.'"

 

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa diperhadapkan pada pilihan-pilihan baik yang menjebak kita pada rasa segan untuk menolak sesuatu.

Tetapi ada satu kisah di Alkitab yang mengajarkan kita tentang memiliki keberanian untuk berkata "tidak kepada hal yang baik" demi menjaga fokus kepada mandat yang utama. 

Kisah ini bermula ketika jemaat mula-mula di Yerusalem bertumbuh dengan sangat pesat. Namun di tengah pertumbuhan itu, muncul persoalan yang dilematis: jemaat keturunan Yunani mengeluh karena para janda mereka terbaikan dalam menerima bantuan harian (Kisah Para Rasul 6:1). Ini adalah kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. 

Bagi para rasul, membantu para janda yang kekurangan tentu adalah perbuatan yang baik, mulia, dan layak dianggap sebagai panggilan kemanusiaan yang penting. Namun, perhatikanlah respons kedua belas rasul. Mereka menyatakan dengan tegas, "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja." (Kisah Para Rasul 6: 2)

Pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka menyadari adanya sebuah jebakan halus, yaitu godaan untuk mengerjakan hal baik tetapi perlahan membuat mereka kehilangan fokus dari panggilan utama. Jika mereka menghabiskan waktu untuk mengurus kebutuhan logistik harian, mereka memang akan tampak sibuk dan berguna. Namun pertumbuhan rohani jemaat secara keseluruhan justru akan terbengkalai karena pelayanan Firman tidak lagi menjadi prioritas mereka.

Solusi yang mereka ambil sangat bijaksana - mereka mendelegasikan tugas pelayanan sosial tersebut kepada tujuh orang yang penuh Roh Kudus dan hikmat, termasuk Stefanus dan Filipus. Lalu para rasul sendiri tetap bertekun dalam doa dan pelayanan Firman (Kisah Para Rasul 6:4). Hasilnya terlihat - Firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem terus bertambah banyak (Kisah Para Rasul 6:7).

Saudara, apa yang dilakukan para rasul ini mirip dengan yang Yesus lakukan ketika Ia memilih pergi sendiri ke tempat sunyi untuk berdoa, meski saat itu banyak orang sedang mencari-Nya untuk disembuhkan (Markus 1:35-38). Yesus tahu betul apa yang menjadi prioritas Bapa, sehingga Ia tidak membiarkan kebutuhan orang banyak menggeser fokus utama-Nya.

Melalui renungan pagi ini, kita bisa belajar dua esensi menjadi seorang pengelola waktu yang baik. Pertama, kita bisa belajar bahwa semua yang "baik" belum tentu sejalan dengan "mandat utama" hidup kita. Kedua, kita perlu berani menolak hal yang kelihatannya baik, supaya kita tidak kehilangan fokus dari apa yang Tuhan ingin kita selesaikan tepat waktu.

 

Refleksi Pribadi:

1. Adakah hal baik dalam hidup Anda saat ini yang justru menggeser fokus dari mandat utama yang Tuhan percayakan?

2. Sudahkah Anda memiliki keberanian untuk berkata "tidak" pada sesuatu yang tampak mulia, demi menjaga waktu dan energi tetap selaras dengan panggilan Tuhan?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?