Pernahkah kamu merasa begitu takut sampai pikiran seolah tidak bisa berhenti bekerja?
Kamu juga mungkin bertanya-tanya seperti:
“Bagaimana kalau semuanya gagal?”
“Bagaimana kalau keadaan semakin buruk?”
“Bagaimana kalau saya tidak sanggup melewatinya?”
Padahal, belum tentu semua yang kita khawatirkan benar-benar terjadi. Namun pikiran sudah lebih dulu dipenuhi berbagai kemungkinan terburuk.
Jika dibiarkan, ketakutan bukan lagi sekadar perasaan sesaat. Ia bisa mulai memengaruhi cara kita berpikir, mengambil keputusan, bahkan menentukan langkah hidup. Kita menjadi ragu mencoba, takut mengambil risiko, atau memilih mundur sebelum mengetahui apa yang sebenarnya akan terjadi.
Lalu, bagaimana caranya mengubah ketakutan menjadi keberanian
BACA JUGA: Allah Akan Menyediakan, Tapi Apakah Kita Berani Percaya Seperti Abraham?
Arahkan Fokus ke Tempat yang Tepat
Pernahkah kamu memperhatikan cara seseorang mengendarai motor atau mobil saat melewati tikungan?
Ketika berkendara, pandangan kita biasanya terarah ke jalan yang ingin dituju. Jika perhatian kita terlalu fokus pada lubang, pembatas jalan, atau sesuatu yang ingin dihindari, kita bisa kehilangan fokus dan arah.
Prinsip sederhana ini juga berlaku dalam kehidupan. Apa yang terus kita pandang akan memengaruhi ke mana pikiran dan hati kita bergerak.
Ketika perhatian terus tertuju pada kemungkinan terburuk, rasa takut akan semakin besar. Kita mulai membayangkan berbagai skenario yang belum tentu terjadi. Tanpa sadar, ketakutan akhirnya ikut menentukan keputusan dan langkah kita.
Karena itu, salah satu langkah penting untuk menghadapi rasa takut adalah mengubah arah perhatian kita.
Jangan Biarkan Ketakutan Menguasai Kita
Semakin banyak kita berpikir, ketakutan cenderung semakin bertambah besar. Semakin kita mempertanyakan hal yang sama, kita justru akan semakin tenggelam dalam kekhawatiran.
BACA JUGA: 5 Tokoh Alkitab yang Tidak Panik Saat Krisis, Tapi Mengambil Kesempatan
Di sinilah kita membutuhkan sesuatu yang lebih besar daripada kemampuan kita sendiri.
Dalam Filipi 4:6-7, Alkitab mengingatkan agar kita tidak terus dikuasai kekhawatiran, tetapi membawa segala sesuatu kepada Tuhan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur.
Artinya, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan.
Ketika kita merasa takut kehilangan pekerjaan atau seseorang yang kita kasihi, atau takut akan masa depan, kita bisa berkata dengan jujur kepada Tuhan.
Doa memberi ruang bagi ketakutan yang selama ini hanya berputar di kepala untuk akhirnya diserahkan kepada Tuhan.
Ubah Ketakutan Menjadi Keberanian
Setelah menyadari apa yang kita takutkan, cobalah mengubahnya menjadi sebuah doa.
Daripada terus berpikir, “Bagaimana kalau semuanya gagal?”, kita bisa berkata, “Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengambil keputusan yang tepat.”
Daripada terus berkata, “Aku tidak sanggup menghadapi ini,” kita bisa berdoa, “Tuhan, berikan aku kekuatan untuk menjalani hari ini.”
Situasinya mungkin belum berubah. Masalahnya mungkin masih ada. Tapi perlahan, sesuatu mulai berubah di dalam diri kita.
BACA JUGA: Dijauhi Karena Imannya, Kisah Nabi Nuh Bantu Jeremy Gak Takut Lagi Cerita Tentang Tuhan
Kita mulai menyadari bahwa kita tidak menghadapi semuanya seorang diri. Ada Tuhan yang melihat, mendengar, dan tetap memegang kehidupan kita.
Damai Membuka Ruang bagi Keberanian
Di sinilah keberanian mulai tumbuh. Bukan karena semua masalah langsung selesai, bukan juga karena kita tiba-tiba mengetahui seperti apa masa depan.
Keberanian tumbuh ketika fokus kita berubah. Dari masalah kepada Tuhan. Dari kemungkinan terburuk kepada penyertaan-Nya. Dari keinginan mengendalikan semuanya kepada kepercayaan bahwa hidup kita tetap berada dalam tangan-Nya.
Filipi 4:7 mengatakan, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Damai itu tidak selalu menghilangkan masalah, tetapi memberi kita kekuatan untuk menghadapinya. Kita mungkin masih merasa takut, tetapi rasa takut itu tidak lagi memegang kendali.
Berani Bukan Berarti Tidak Pernah Takut
Mungkin hari ini ada sesuatu yang sedang membuatmu merasa takut dan kamu tidak perlu menunggu sampai rasa takut benar-benar hilang untuk mulai melangkah.
Cobalah berhenti sejenak. Akui apa yang sedang kamu takutkan. Bawalah itu kepada Tuhan dalam doa. Mintalah pertolongan-Nya dan ingat kembali bagaimana Dia telah memelihara hidupmu sampai hari ini.
BACA JUGA: Berani Mengakui Kelemahan dan Bersedia Meminta Bantuan
Terkadang, keberanian justru muncul melalui damai sederhana yang membuat kita mampu berkata,
“Aku belum tahu apa yang akan terjadi, tetapi aku tahu kepada siapa aku mempercayakan hidupku.”
Mungkin, dari sanalah keberanian yang sesungguhnya mulai tumbuh.
Kalau hari ini ketakutan membuat Anda merasa sendirian, lelah, bahkan tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa, jangan simpan semuanya sendiri. Ada Layana Doa Online Sahabat24 yang siap mendengarkan pergumulanmu tanpa menghakimi dan menemanimu membawanya dalam doa.
Hubungi Layanan Doa Online Sahabat24 sekarang, karena terkadang satu doa bersama bisa menjadi awal munculnya kembali harapan dan keberanian untuk melangkah. Klik tombol Live Chat di pojok kanan bawah.
Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!