Berbagi Bukan Sisa, Tapi Berkat

Renungan Harian / 18 July 2026

Berbagi Bukan Sisa, Tapi Berkat
Claudia Jessica Official Writer
      74

Amsal 19:17

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.”

 

Sering kali kita berpikir berbagi itu berarti memberikan apa yang sudah tidak kita pakai. Baju yang sudah jarang dipakai, makanan yang tersisa, atau uang receh yang kebetulan ada di kantong. Tidak salah, tetapi renungan hari ini mengajak kita melihat lebih dalam, bagaimana kalau berbagi bukan lagi soal sisa, melainkan soal kasih?

Amsal 19:17 berkata bahwa saat kita menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, kita seperti “memiutangi TUHAN”. Tentu ini bukan berarti Tuhan berutang kepada kita seperti manusia. Maksudnya adalah Tuhan melihat setiap tindakan kasih itu dengan sangat serius. Bagi Tuhan, apa yang kita lakukan kepada mereka yang membutuhkan, kita lakukan juga di hadapan-Nya.

Kadang kita mudah merasa iba, tetapi berhenti sampai di situ. Kita melihat pengamen di lampu merah, tunawisma di pinggir jalan, atau orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya, lalu kita berkata dalam hati, “Kasihan ya.” Tapi belas kasihan yang Tuhan ajarkan tidak berhenti pada rasa kasihan. Belas kasihan mendorong kita untuk bertindak.

Bayangkan saat hari ini kamu membeli makan siang favorit atau camilan yang masih hangat. Lalu Tuhan menggerakkan hatimu untuk membeli satu porsi lagi, bukan dari sisa yang nanti mungkin tidak jadi dimakan, tetapi dari apa yang sedang kamu nikmati juga. Itu sederhana, tapi indah. Karena saat kita memberi yang layak, yang baik, dan yang masih segar, kita sedang menyatakan bahwa orang itu berharga di mata Tuhan.

Berbagi seperti ini menolong kita keluar dari pola pikir, “Aku memberi kalau aku punya lebih.” Sebaliknya, kita belajar berkata, “Aku mau berbagi karena Tuhan sudah terlebih dulu memberkati aku.”

Berkat bukan selalu soal jumlah besar. Kadang berkat itu hadir lewat satu bungkus nasi hangat, satu roti, satu minuman, atau satu tindakan kecil yang membuat seseorang merasa dilihat dan dihargai.

Tuhan tidak pernah menganggap remeh kasih yang nyata. Waktu, tenaga, uang, dan perhatian yang kita berikan kepada mereka yang membutuhkan tidak pernah sia-sia. Tuhan melihatnya, mengingatnya, dan memakainya untuk menyatakan kasih-Nya.

 

Action hari ini:

Saat membeli makanan atau camilan hari ini, belilah satu porsi ekstra yang masih layak dan hangat. Berikan kepada tunawisma, pengamen, atau siapa pun yang membutuhkan, sambil belajar melihat mereka dengan hati Tuhan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?