Tuhan Melihat Niat Dibalik Kebaikan

Renungan Harian / 21 July 2026

Tuhan Melihat Niat Dibalik Kebaikan
Lori Official Writer
      196

Matius 6:3-4

"Tetapi apabila engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

 

Kita hidup di zaman di mana semua yang kita lakukan bisa kita bagikan. Entah itu kita makan apa, bertemu siapa, sampai Waktu kita melakukan kebaikan ke orang lain pun semua orang bisa tahu. Kita mungkin pernah melihat video seseorang memberi makanan, menolong orang di jalan, atau membagikan bantuan dengan cara yang menyentuh hati. Dan konten itu mulai dibanjiri likes, komentar, dan jutaan penonton. 

Cara kita membagikannya tidak salah - apalagi kita hidup di zaman ini. Tapi yang menentukan seberapa berharga kebaikan kita adalah niat dan motivasi kenapa kita melakukannya? 

Di Matius 6, Yesus menyentuh langsung persoalan ini dalam khotbah-Nya di bukit. Dia sedang mengajar tentang bagaimana menjalani hidup yang benar. Di masa itu, memberi sedekah adalah tindakan yang sangat mulia. Tetapi yang Yesus soroti adalah bukan pada pemberiannya, tetapi kepada niat dan motivasinya.

Yesus menyampaikan satu frase yang menarik, "Tetapi apabila engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu." (Matius 6: 3) Maksudnya bukan berarti setiap kebaikan harus dirahasiakan. Sebaliknya, Dia menegaskan tentang motivasi yang terbungkus di sana. 

Yesus  menekankan standar yang berbeda di sana: "Biarkan tangan kirimu tidak tahu apa yang dilakukan tangan kananmu." Ini bukan sekadar anjuran untuk rendah hati — ini adalah pernyataan tentang niat dan motivasi. Berbuat baik tidak perlu mendapatkan apresiasi dari orang lain dan tidak perlu harus dijadikan tontonan. Karena kasih akan bergerak ketika melihat kebutuhan, bukan melihat kesempatan untuk terlihat baik.

Tentu saja Tuhan tidak mengatakan bahwa mendokumentasikan kebaikan itu salah. Karena kita juga membutuhkannya untuk laporan atau menjadikannya sebagai bentuk ajakan supaya lebih banyak orang melakukannya. Tetapi kita perlu memeriksa kembali bagian terdalam dari hati kita - bahwa waktu kita menjadikannya cara untuk mencari pujian dari manusia maka kita sedang menukar sesuatu yang kekal dengan yang sementara.  

Karena kita tahu, sekecil kebaikan yang kita lakukan dilihat oleh Bapa di Surga, dan itu jauh melampaui like dan pujian di sosial media. Bahkan dampaknya bisa menjadi yang paling mengubahkan — baik bagi yang menerima maupun bagi kita sendiri.

Saudara, pesan penutup hari ini yang bisa kita renungkan adalah seperti yang disampaikan Paulus: "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!" (Roma 12:9). Karena kasih yang tulus tidak membutuhkan sorotan.

Hari ini saya mengajak Anda untuk merenungkan seberapa jauh Anda mengasihi orang-orang di sekitar Anda? Mari berpraktek agar kebenaran Firman ini tidak hanya sekadar pengetahuan, tetapi benar-benar kita hidupi dengan membuat beberapa daftar hal yang ingin Anda lakukan di minggu ini kepada orang lain - tanpa pujian maupun sorotan dunia. 

 

Baca Juga Renungan Lainnya:

Ingatlah Mereka yang Terpenjara

Berbagi Bukan Sisa, Tapi Berkat

Saat Doa Menuntun Kebaikan Sampai ke Tempat yang Tepat

Paskah Telaumbanua
Paskah Telaumbanua 21 July 2026 05:48

Amin.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?