Setia Menyuarakan Kebenaran

Renungan Harian / 4 July 2026

Setia Menyuarakan Kebenaran
Claudia Jessica Official Writer
      143

Yeremia 39:18

“Tetapi dengan pasti Aku akan meluputkan engkau: engkau tidak akan rebah oleh pedang; nyawamu akan menjadi jarahan bagimu, sebab engkau percaya kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

 

Pernahkah kamu berada pada posisi tahu kebenaran, tapi takut untuk membicarakan apa yang benar itu. Kamu mungkin takut dijauhi, takut dimusuhi, takut dianggap sok benar, atau takut hubungan jadi rusak.

Yeremia pernah mengalami hal seperti itu. Sejak masih muda, Tuhan memanggil Yeremia untuk menjadi nabi. Tugasnya bukan tugas yang mudah.

Ia harus menyampaikan pesan Tuhan kepada bangsanya sendiri. Ia harus memberikan teguran dan peringatan keras bahwa hidup mereka sudah jauh dari Tuhan dan mereka perlu bertobat.

Tentu saja, banyak orang tidak suka mendengarnya. Mereka marah kepada Yeremia. Ia ditolak, dibenci, bahkan pernah dimasukkan ke dalam sumur berlumpur karena dianggap membawa berita buruk. Padahal Yeremia tidak sedang mencari masalah. Ia hanya setia menyampaikan apa yang Tuhan perintahkan.

Dalam kehidupan kita, mungkin situasinya tidak seberat Yeremia. Tapi kita juga sering diperhadapkan dengan pilihan yang mirip. Misalnya, saat semua orang ikut bergosip, apakah kita ikut atau memilih diam?

Saat ada hal yang tidak jujur di tempat kerja, apakah kita pura-pura tidak tahu atau berani hidup benar? Saat teman melakukan sesuatu yang salah, apakah kita menegur dengan kasih atau membiarkannya karena takut tidak disukai?

Setia menyuarakan kebenaran bukan berarti kita harus berbicara dengan keras, kasar, atau merasa paling benar. Kebenaran tetap harus disampaikan dengan kasih, sikap rendah hati, dan waktu yang tepat. Tetapi kita juga tidak boleh terus diam hanya karena takut ditolak.

Tuhan melihat orang-orang yang tetap setia kepada-Nya. Dalam Yeremia 39:18, Tuhan memberi janji keselamatan kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan mereka yang memilih hidup benar, meskipun pilihan itu tidak selalu mudah.

Kadang manusia mungkin tidak menghargai kesetiaan kita. Tapi Tuhan melihat hati yang tetap taat, tetap jujur, dan tetap berdiri di pihak kebenaran.

 

Momen refleksi:

Apakah ada situasi di mana kamu sedang takut untuk hidup benar atau menyuarakan kebenaran?

Action hari ini:

Mintalah hikmat dari Tuhan. Kalau kamu perlu berbicara, sampaikan dengan kasih. Kalau kamu belum tahu harus berkata apa, mulai dengan tetap hidup benar melalui sikap dan tindakanmu hari ini.

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?