Hidup yang tidak tergoncangkan tidak terjadi begitu saja; dibutuhkan dasar yang kuat. Seperti seorang arsitek yang membangun fondasi sebelum mendirikan bangunan, kita pun harus memastikan hidup kita berdiri di atas dasar yang benar. Yesus memberikan perumpamaan tentang orang bijak yang membangun rumah di atas batu (Matius 7:24-25). Ketika hujan turun dan angin bertiup, rumah itu tetap kokoh karena dibangun di atas dasar yang solid.
Mendalami Firman Tuhan: Firman Tuhan adalah pedoman hidup yang memberi kita hikmat dan arah. Dalam Mazmur 119:105, dikatakan, “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Dengan memahami dan merenungkan firman Tuhan, kita mendapatkan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup.
Doa yang Konsisten: Doa bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan hubungan pribadi dengan Allah. Melalui doa, kita dikuatkan dan diingatkan bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
Komunitas yang Mendukung: Bergabung dalam komunitas iman memberikan dukungan spiritual dan emosional. Kita tidak diciptakan untuk berjalan sendirian.
Memiliki Fokus Kekal: Hidup ini sementara, tetapi kerajaan Allah adalah kekal. Dengan memusatkan pandangan kita pada hal-hal yang di atas (Kolose 3:2), kita dapat menghadapi segala sesuatu dengan perspektif yang benar.
Sumber : Jawaban.com | Puji Astuti