Belajar Mengasihi dari Ketertolakan

Kata Alkitab / 11 October 2024

Kalangan Sendiri
Belajar Mengasihi dari Ketertolakan
Sumber: Jawaban.com
Puji Astuti Official Writer
7849

Ketika seseorang tidak pernah menerima dan mengalami cinta kasih selama tahun-tahun pertama kehidupan mereka, mereka cenderung menjadi curiga dan obsesif. Mereka mengembangkan keterikatan yang tidak sehat (unhealthy attachment) dan itu membuat mereka sulit untuk memiliki hubungan yang baik. 

Kurangnya cinta kasih meninggalkan dampak yang langgeng pada perkembangan manusia. Orang-orang yang tidak pernah mengalami rasa dikasihi lebih sering menolak diri dan mereka banyak berkembang membentuk keperibadian dari kekeurangan kasih ini. Kurangnya cinta kasih, dengan sendirinya, merupakan bentuk pelecehan (abuse). Kekurangan cinta kasih memiliki pengaruh besar pada citra diri (gambar diri / self-image) dan persepsi tentang realitas.  

Konsekuensi kekurangan cinta kasih dapat menentukan arah dan kualitas hidup seseorang. Setiap tahap perkembangan anak adalah refleksi (cerminan) dari efek cinta kasih. Seorang anak yang tidak cukup dicintai cenderung lebih pendek dan lebih ringan. Selain itu, mereka memiliki prestasi akademik yang lebih rendah dan menanggapi hal-hal dengan lebih banyak ketakutan dan agresivitas daripada anak-anak lain. Selama masa remaja, remaja yang tidak mengalami cinta kasih yang memadai lebih bersifat memberontak dan rentan terhadap tekanan teman sebaya. Mereka juga lebih rentan terhadap kecanduan. 

Nasib buruk yang dapat menimpa seorang manusia adalah pada saat ia dilahirkan didunia ini tanpa kasih sayang. Ia akan bertumbuh tanpa memiliki kasih sayang sehingga konsep kasih sayang menjadi asing baginya. Jika ia sejak lahir tidak memiliki kasih sayang bagaimana mungkin ia mengasihi. Seseorang hanya dapat memberikan apa yang dimilikinya. Jika ia tidak memiliki kasih maka ia tidak akan dapat memberikan kasih – inilah kemalangan yang dialami manusia yang terlahir tanpa kasih sayang. 

1 Yohanes 4:19 mengatakan, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”  

Ayat ini secara jelas menunjukkan kepada kita bahwa Allah yang adalah sumber kasih telah terlebih dahulu mengasihi kita melalui orang-orang disekitar kita, pertama-tama melalui orang tua kita, anggota keluarga kita atau dikasihi oleh pihak ketiga seperti orang tua angkat atau pengasuh dalam panti asuhan. 

Artinya, anak yang dilahirkan harus terlebih dahulu menerima kasih sebelum mampu memberikan kasihnya. 

Orang yang bertumbuh dewasa tanpa dikasihi akan mengalami kepincangan hidup. Mereka akan mengalami kesulitan untuk mengetahui siapa jati diri (identitas) mereka, mereka tidak memiliki gambar diri (self-image) yang baik dan harga diri (self-esteem) merekapun tidak akan berkembang dengan baik.  

Akibatnya, mereka mengalami kesulitan menemukan tujuan hidup dan tempat mereka di dunia… Mereka merasa tidak nyaman dan tidak puas. Konsekuensi signifikan lainnya terkait dengan hubungan, baik romantis maupun platonik (hubungan platonik adalah hubungan yang tidak bersifat romantik atau bebas dari hubungan seksual). Singkatnya, kurangnya cinta kasih bisa menghancurkan. 

Baca halaman selanjutnya -->

Sumber : Harry Lee, MD, PsyD, BBS
Kalangan Sendiri
Halaman :
123Tampilkan Semua

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?