Gaya Hidup Menyepi Bersama Tuhan, Bukan Kewajiban Tapi Kebutuhan
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 12 March 2024

Kalangan Sendiri

Gaya Hidup Menyepi Bersama Tuhan, Bukan Kewajiban Tapi Kebutuhan

Puji Astuti Official Writer
993

Tahukah Anda bahwa tidak hanya orang introvet yang butuh waktu untuk menyepi atau menyendiri? Setiap orang butuh waktu untuk menyepi atau menyendiri, namun hal ini bukan untuk “me time” tapi waktu untuk bersama Tuhan.  

Menyepi atau menyendiri berbeda dengan perasaan kesepian, karena waktu menyendiri bersama Tuhan membuat kita merasa tenang, damai sejahtera dan merasakan kepuasan karena hati kita terisi oleh kasih Tuhan.  

Sangat berbeda dengan perasaan kesepian yang berfokus pada diri sendiri, merasa tidak berdaya, gelisah dan takut karena tidak ada yang memperhatikan.  

Firman Tuhan dalam Mazmur 37:7 berkata, “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.” 

Seringkali, bahkan ketika kita sendiri, dipikiran kita bising dengan berbagai perkataan atau pemikiran. Mungkin itu kegelisahan, ketakutan dan kekuatiran, yang akhirnya membuat kita tidak bisa fokus kepada Tuhan.  

Belajar dari Mazmur 37:7, Tuhan mengingatkan untuk mengambil waktu berdiam diri dihadapan-Nya, termasuk membuat pikiran kita diam dari berbagai hal dan fokus kepada Allah. Menyediakan waktu, hati dan seluruh diri kita untuk terhubungan dengan Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.  

Mengapa kita membutuhkan waktu khusus bersama Allah ini?  

Dalam Kejadian 2:7 menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh tangan Allah dan memberikan nafas kehidupan melalui hembusan nafas-Nya. Sejak dari mulanya, Tuhan adalah sumber kehidupan manusia, dan ketika manusia terpisah dengan Allah manusia mengalami kematian. 

Namun oleh kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, kita ditebus dari kuasa maut dan dipindahkan kepada hidup kekal sehingga kita terhubung kembali dengan Allah. Namun seperti semua hubungan, ketika kita membangun hubungan dengan Allah kita perlu memberikan waktu untuk bergaul dan berkomunikasi dengan Dia.  

BACA JUGA: 

Sama-sama Mengkhususkan Hari Untuk Istirahat, Apa Beda Nyepi dan Sabat?

Membangun Mezbah Bagi Tuhan Setiap Hari

Bukankah kita tidak bisa ngobrol dengan pasangan kita ketika dia sibuk dengan pekerjaannya atau dengan sosial medianya?  

Demikian juga ketika kita membangun hubungan dengan Allah, kita perlu menyediakan waktu khusus dengan Dia. Fokus mendengarkan apa yang menjadi isi hati-Nya, membangun quality time dengan Bapa kita.  

Bergaul dengan Tuhan membuat kita semakin efektif dan produktif.

Apakah bergaul dengan Allah ini sudah menjadikan gaya hidup kita sebagai anak-anak-Nya? Bukankah sangat membanggakan jika dalam catatan kehidupan kita nanti ada pernyataan seperti yang Alkitab nyatakan tentang Henokh, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” (Kejadian 5:24). Bayangkan Henokh secara konsisten bergaul dengan Allah selama ratusan tahun, bahkan karena ia begitu dekat dengan Allah sehingga Allah begitu mencintainya dan langsung mengangkatnya ke Sorga tanpa melewati kematian.  

Percayalah bahwa ketika kita memiliki waktu khusus dengan Tuhan, bergaul karib dengan Dia, maka hidup kita semakin efektif dan produktif. Sebab Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5). 

Tuhan Yesus berjanji, bahwa di dalam Dia kita akan berbuah banyak, tetapi jika kita diluar Dia maka kita tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi jika Anda ingin hidup Anda produktif, maksimal dan mendapatkan kepuasan yang sejati, mulailah dengan memiliki hubungan yang karib dengan Tuhan. Sediakan waktu-waktu khusus yang terbaik dalam hidup Anda untuk bersama dengan Tuhan.  

Selamat menikmati hubungan yang indah bersama Tuhan kita, Yesus Kristus. Tuhan memberkati.  

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami