Mengapa Allah Mengosongkan Diri-Nya dan Menjadi Manusia?
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 8 February 2024

Kalangan Sendiri

Mengapa Allah Mengosongkan Diri-Nya dan Menjadi Manusia?

Puji Astuti Official Writer
424

Salah satu pandangan kontroversial dalam ajaran Kristen adalah tentang Allah yang "mengosongkan diri" dan menjadi manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Hal ini mengacu pada pernyataan Paulus di Filipi 2:7, “melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Konsep mengosongkan diri ini disebut “kenosis”, kata Yunani yang bararti mengosongkan atau meniadakan.  

Makna Mengosongkan Diri

Ada beberapa pendapat tentang apa arti mengosongkan diri-Nya sendiri dalam ayat ini. Beberapa orang mengatakan bahwa Yesus meninggalkan atau mengurangi sifat-sifat ilahi-Nya saat Ia menjadi manusia. Namun, pendapat ini bertentangan dengan ajaran Alkitab bahwa Yesus adalah Allah yang tidak berubah dan tetap memiliki semua sifat ilahi-Nya (Ibrani 13:8; Kolose 2:9). Pendapat yang lebih sesuai dengan Alkitab adalah bahwa Yesus menyembunyikan atau merendahkan kemuliaan dan kekuasaan-Nya sebagai Allah saat Ia menjadi manusia. Ia tetap Allah, tetapi Ia juga menjadi manusia yang tunduk pada hukum, penderitaan, dan kematian (Galatia 4:4-5; Ibrani 2:14-18). 

Tujuan Allah mengosongkan diri-Nya sendiri dan menjadi sama dengan manusia adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa dan maut. Ia datang ke dunia ini untuk melayani, bukan untuk dilayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45). Ia menunjukkan kasih, kerendahan hati, dan ketaatan-Nya kepada Bapa sampai mati di kayu salib (Filipi 2:8). Karena itu, Allah meninggikan Dia dan memberikan-Nya nama yang di atas segala nama (Filipi 2:9). 

Jadi, Allah mengosongkan diri-Nya sendiri dan menjadi sama dengan manusia bukan berarti Ia kehilangan keilahian-Nya, tetapi berarti Ia menunjukkan kemurahan-Nya. Ia rela menjadi hamba bagi kita, agar kita bisa menjadi anak-anak Allah. Ia rela mati bagi kita, agar kita bisa hidup bersama-Nya. Ia rela merendahkan diri-Nya, agar kita bisa dimuliakan bersama-Nya. 

BACA JUGA:

KataAlkitab : Siapakah Pribadi Yesus?

#KataAlkitab: Yesus Ada Sejak Sebelum Dunia Ini Dijadikan

4 Kebenaran Tentang Mengosongkan Diri Yang Bisa Kita Terapkan

Dari teladan Tuhan Yesus Kristus kita bisa belajar 4 hal penting yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, yaitu:  

 - Kasih. Allah mengasihi kita sedemikian rupa sehingga Ia mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa kita (Yohanes 3:16). Kita juga harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita, serta mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri (Markus 12:30-31). 

- Kerendahan hati. Tuhan Yesus merendahkan diri-Nya sendiri dan tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan (Filipi 2:6-7). Kita juga harus merendahkan diri kita di bawah tangan Allah yang kuat, dan tidak sombong atau angkuh (1 Petrus 5:5-6). 

- Ketaatan. Tuhan Yesus taat kepada kehendak Bapa-Nya sampai mati, bahkan mati di kayu salib (Filipi 2:8). Kita juga harus taat kepada firman Allah dan melakukan apa yang Ia perintahkan (Yohanes 14:15). 

- Pelayanan. Allah datang ke dunia ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang (Markus 10:45). Kita juga dipanggil untuk melayani sesama, da melakukannya dengan kasih dan sukacita (Galatia 5:13). 

Dari teladan Tuhan Yesus tentang mengosongkan diri, kita belajar untuk mengasihi tanpa syarat, merendahkan diri dengan kerendahan hati, taat pada kehendak Tuhan, dan melayani sesama dengan sukacita. Melalui penerapan nilai-nilai ini, kita dapat menjadi cahaya yang menerangi dunia, merefleksikan kasih dan kebenaran Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita.  

Apakah Anda memiliki pertanyaan seputar Tuhan Yesus Kritus, iman dan kekristenan? Mari hubungi kami di Layanan Doa dan Konseling CBN dengan KLIK DISINI, tim kami dengan senang hati akan memberikan penjelasan. 

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami