Menyertakan Tuhan Dalam Rencana
Kalangan Sendiri

Menyertakan Tuhan Dalam Rencana

Lori Official Writer
      1185

Ayat Renungan:

Yesaya 43: 18-19, “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Yesaya 55: 8-9, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

 

Di penghujung tahun 2023 ini, tentunya ada banyak sekali persiapan yang kita lakukan untuk menyambut tahun yang baru. Seorang penerjun payung dari angkatan udara memberikan sebuah pernyataan kepada saya bahwa sebelum melakukan penerjunan kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Bukan hanya persiapan secara mental, tetapi kita juga perlu memiliki keyakinan penuh bahwa saat terjun kita akan mendarat dengan mulus dan sempurna.

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2023, mari siapkan mental dan keyakinan kita dengan Roh yang kuat, sebagai jangkar yang bisa membuat kita tergoncangkan. Di tahun 2024 nanti mungkin kita berencana punya rumah, punya anak atau membangun hubungan dan sebagainya. Jadi jangan lupa menyertakan Tuhan di dalamnya. 

Di sampaikan dalam Yesaya 43: 18-19, “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

Firman ini mengingatkan kita untuk meninggalkan semua hal yang sudah terjadi di masa lalu, seperti kegagalan maupun keadaan yang kurang menyenangkan. Dan Tuhan meyakinkan bahwa Dia sudah membuat jalan yang baru. Artinya, selalu ada harapan di depan kita. 

Untuk mencapai janji Tuhan atas hidup kita di tahun mendatang, kita perlu percaya kepada Tuhan dengan melakukan 3 langkah ini:

1. Fokus kepada jalan Allah dan bukan kepada pengertian kita sendiri

Yesaya 55: 8-9 berkata, “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” Saat Tuhan berkata bahwa “Rancangan Tuhan bukan rancangan kita” maka jangan lagi tinggal di tengah masa lalu. Tapi mari fokus pada rencana dan rancangan-Nya.

2. Sertakan Tuhan dalam setiap perencanaan

Dalam Yakobus 4: 13-17 disampaikan bahwa “Rencana kita sendiri bisa gagal karena itu kita perlu menyertakan Tuhan di dalam setiap perencanaan hidup kita.” Karena kita percaya ada kedaulatan Tuhan ketika kita menyertakan Dia dalam hidup kita.

3. Andalkan Tuhan bukan pengalaman kita sendiri

Amsal 3: 3-5, berkata “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Mari andalan Tuhan dan bukan ego atau pengalaman kita sendiri. 

Hari ini, mari mulai mempersiapkan diri kita untuk memasuki tahun depan dengan mental dan keyakinan yang siap. Bahwa Tuhan sendiri sudah menyediakan jalan baru dan akan selalu ada harapan atas hidup kita.

 

Action: Ambil beberapa waktu di bulan Desember ini untuk kembali merefleksikan perjalanan kehidupan kita. Apa saja yang tampaknya menahan sukacita kita untuk mengakhiri tahun ini? Minta Roh Kudus untuk menolong kita berdamai dengan hal itu.

Ayat Hafalan: Roma 8: 28, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Hak cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami