Israel dan Hamas Sepakati Genjatan Senjata Dengan Syarat Ini
Sumber: CBN News

News / 23 November 2023

Kalangan Sendiri

Israel dan Hamas Sepakati Genjatan Senjata Dengan Syarat Ini

Puji Astuti Official Writer
793

Pada Selasa (22/11/2023), pemerintah Israel menyetujui rencana genjatan senjata dengan Hamas. Syaratnya adalah kedua pihak bersedia melepaskan sandera yang mereka tahan. Walau demikian menurut seorang pengamat, keputusan Israel tersebut sangat beresiko.  

Syarat Kesepakatan Genjatan Senjata

Kabinet perang mengajukan perjanjian tersebut kepada anggota Knesset, Israel. Ini adalah kesepakatan yang akan dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Hamas akan melepaskan 50 perempuan dan anak-anak Israel yang ditukar dengan genjatan senjata selama 4 hari. Selain itu, Israel juga akan melepaskan 150 tahanan Palestina, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak di bawah umur. Bahkan Israel akan mengizinkan sekitar 300 truk bantuan per hari untuk masuk ke Gaza dari Mesir, ditambah dengan bahan bakar. 

Pada tahap kedua, setiap kali Hamas melepaskan sepuluh sandera tambahan akan ditukar dengan penambahan genjatan senjata selama satu hari lagi. Beberapa memperingatkan bahwa akan sulit untuk melanjutkan perang setelah genjatan senjata dilakukan. 

Netanyahu Bersikeras Akan Lanjutkan Perang Sampai Tujuan Tercapai

Meskipun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap bersikeras bahwa perang melawan Hamas akan terus berlanjut. 

"Ada pembicaraan sia-sia di luar sana, seolah-olah setelah gencatan senjata untuk mengembalikan sandera, kami akan menghentikan perang," kata Netanyahu. "Jadi, saya ingin menjelaskan: kita sedang berada dalam perang - dan kita akan melanjutkan perang. Kita akan melanjutkan perang sampai mencapai semua tujuan kita; mengeliminasi Hamas, mengembalikan semua sandera yang diculik dan orang yang hilang, dan memastikan tidak ada unsur yang mengancam Israel di Gaza." 

Wartawan perang CBN News, Chuck Holton, yang melakukan berbagai wawancara dengan orang Israel saat ia menjelajahi daerah Israel selama pertempuran, mengatakan bahwa kesepakatan ini menjawab teriakan global untuk melepaskan  mereka yang ditawan. 

"Anda memiliki kesempatan untuk keluar, terutama beberapa perempuan dan anak-anak yang ditawan. Dan ada begitu banyak orang di sini di Israel dan di tempat lain di seluruh dunia yang menuntut itu," kata Holton. 

Resiko Dibalik Genjatan Senjata dan Pelepasan Sandera 

"Mereka harus mempertimbangkan fakta bahwa ini akan menempatkan lebih banyak tentara IDF dalam risiko, karena semakin lama Anda membuat pasukan di lapangan, semakin banyak risiko yang mereka ambil," tambah Holton. "Dan itu memberikan legitimasi kepada Hamas. Jadi itu bukan hal yang baik. Ini juga mengurangi tekanan pada Hamas untuk sementara waktu, setidaknya selama beberapa hari, dan membiarkan mereka memiliki waktu untuk mengumpulkan persenjataan kembali, persiapan ulang, istirahat, dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Dan akhirnya, ini mungkin akan memperpanjang konflik ini, yang jelas bukan hal yang baik." 

Pada tahun 2011, Israel melepaskan lebih dari 1.000 tahanan Palestina, termasuk Yahya Sinwar, yang kini menjadi kepala Hamas di Gaza, sebagai pertukaran untuk seorang tentara Israel. Pada 7 Oktober 2023, Hamas menculik lebih dari 240 sandera. Sejak itu, pembebasan mereka telah menjadi bagian dari kampanye nasional Isreal dan global untuk membawa mereka pulang. 

IDF Temukan Rekaman Sandera Israel di Bawa Ke RS Al Shifa

IDF merilis rekaman minggu ini yang menunjukkan beberapa sandera dibawa oleh Hamas ke Rumah Sakit Al Shifa. Sementara pembebasan 50 sandera akan membawa kelegaan bagi puluhan keluarga Israel, tetapi penderitaan hampir dua ratus keluarga lainnya masih akan berlanjut. Demikian pula dengan masyarakat Gaza yang menjadi korban perang antara Israel dan Hamas, selama tidak ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak maka penderitaan mereka juga akan terus berlanjut, bahkan korban jiwa akan terus bertambah.  

Mari berdoa agar konflik di wilayah Gaza segera terselesaikan dan perdamaian segera terwujud. Doakan untuk negara-negara yang terlibat dalam negosiasi damai, agar dapat membuat kesepakatan-kesepakatan yang mengutamakan keselamatan dan pemulihan untuk masyarakat sipil yang terdampak.  

Baca Juga : 

Temuan Terowongan Bawah Tanah di Gaza

Israel Ungkap Bukti Hamas Gunakan Rumah Sakit Al-Haifa Sebagai Markas

Pria Ini Ungkap, Orang Kristen Gaza Terancam Punah Jika Tidak Segera Ditolong

Sumber : CBN News
Halaman :
1

Ikuti Kami