Anda Sedang Memberi Kritik Yang Membangun Atau Penghakiman?
Kalangan Sendiri

Anda Sedang Memberi Kritik Yang Membangun Atau Penghakiman?

Puji Astuti Official Writer
      1894

Ayat Renungan

1 Tesalonika 5:11 

Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. 

Bayangkan seorang anak yang sedang belajar bermain piano. Anak tersebut masih pemula, dan dia sering membuat kesalahan. Suatu hari, guru musiknya menghampirinya dan berkata, "Kamu benar-benar jelek bermain piano. Kamu tidak akan pernah bisa menjadi pianis yang baik." 

Komentar guru tersebut adalah sebuah kritik yang merusak, bahkan cenderung menghakimi. Kritik tersebut tidak memberikan saran atau masukan yang berarti untuk membantu anak tersebut memperbaiki permainannya. Sebaliknya, kritik tersebut hanya membuat anak tersebut merasa malu dan putus asa. 

Sebaliknya, mari kita bayangkan guru itu menghampirinya dan berkata, "Kamu telah membuat beberapa kesalahan, tetapi itu tidak apa-apa. Kamu masih belajar. Berikut adalah beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memperbaiki permainanmu." 

Komentar tersebut adalah sebuah kritik yang membangun. Kritik tersebut memberikan saran dan masukan yang spesifik, yang dapat membantu anak tersebut memperbaiki permainannya. Kritik tersebut juga disampaikan dengan cara yang positif dan suportif. 

Cara kita menyampaikan kritik atau masukan akan membuat perbedaan besar bagi mereka yang menerimanya. Jangan serang pribadinya, jangan ungkapkan karena kemarahan, namun pastikan bahwa saat Anda mengungkapkannya kerinduan Anda adalah agar orang tersebut menjadi pribadi yang lebih baik.  

Action: 

Berikan kritik secara pribadi dan privat. Jangan mengkritik orang lain di depan umum, karena hal itu dapat membuat mereka merasa malu dan terhina. 

Berikan kritik secara spesifik. Jangan hanya mengatakan bahwa seseorang "buruk" atau "tidak bisa" melakukan sesuatu. Jelaskan apa yang salah dengan apa yang mereka lakukan, dan berikan saran untuk perbaikan. 

Berikan kritik dengan cara yang positif dan suportif. Fokus pada perbaikan, bukan pada kesalahan. Berikan orang lain rasa percaya diri bahwa mereka dapat memperbaiki diri. 

Jika kita dapat masukan yang dibungkus dengan kata penuh kasih, maka kritik tersebut dapat menjadi alat yang ampuh untuk membantu orang lain bertumbuh dan menjadi lebih baik. 

Ayat Hafalan: 

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Kolose 3:16 

Ikuti Kami