Adanya Kesatuan Dalam Kasih
Kalangan Sendiri

Adanya Kesatuan Dalam Kasih

Lori Official Writer
      1727

Ayat Renungan: 

Filipi 2: 2-3, “…Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”

Kisah Para Rasul 2: 42-43, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” 

 

Melalui renungan pagi dari Kisah Para Rasul 2: 42-43, kita akan belajar dari orang-orang yang terbuka untuk dinasehati, ditegur dan diajar, maka mereka akan mempunyai kasih dan perhatian terhadap orang lain. Saat seorang mentor mengadopsi nilai-nilai kasih dan kebenaran Tuhan, maka nilai-nilai itupun akan tertransfer kepada orang-orang yang dibimbingnya. 

Jadi ada hubungan yang dibangun diantara tubuh Kristus dan hubungan tersebut diikat di dalam kasih Kristus. Filipi 2: 2-3, “…Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Hal yang tak kalah menarik dari hubungan diantara tubuh Kristus adalah mereka mau mendengar pengajaran. 

Lewat kesatuan, kebersamaan akan terbentuk dan setiap orang pasti akan memiliki kasih yang sama untuk saling berbagi, seperti mau berbagi dalam hal material, tenaga bahkan waktu. Sama seperti kasih Tuhan, yang rela membagikan hidupnya bagi setiap kita. 

Jadi keuntungan yang kiat dapatkan saat kita berada dalam sebuah komunitas adalah kita menjadi satu dan saling berbagi. Yang kedua, kita menjadi pribadi yang mau berkorban bagi orang lain. Karena hanya orang yang memiliki kasih dan kerendahan hati di dalam Tuhan yang rela berkorban bagi orang lain. 

Ini adalah esensi penting yang bisa kita terapkan dari kasih Tuhan. Hanya kasih Tuhan yang memampukan kita untuk mau diajar, menjadi rendah hati dan rela berkorban. Hari ini mari menjadi bagian dari satu komunitas rohani dimana kita bisa bertumbuh.

 

Action: Hari ini mari luangkan waktu untuk memperhatikan kebutuhan orang di sekitarmu, seperti memberi waktu untuk mendengar, mendoakan atau menunjukkan perhatian. Lakukan sesederhana apapun itu.

Ayat Hafalan: Ibrani 10: 25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

 

Hak cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami