Sumber Pertolongan dari Tuhan
Kalangan Sendiri

Sumber Pertolongan dari Tuhan

Lori Official Writer
      1589

Ayat Renungan: 

1 Samuel 23: 15-16, “Daud takut, karena Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya. Ketika Daud ada di padang gurun Zif di Koresa, maka bersiaplah Yonatan, anak Saul, lalu pergi kepada Daud di Koresa. Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah…”

Mazmur 57: 1, “Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.”

 

Ayat di atas mengisahkan tentang bagaimana Daud sedang berhadapan dengan situasi yang sulit. Dia kalah jumlah dengan tentara Israel yang sedang memburunya. Saat itu Raja Saul memburu Daud untuk menghabisinya. Momen inilah yang membuat Daud sangat ketakutan. Dia butuh bantuan, tapi situasinya dia sendirian. Dia sama sekali tak tahu apa yang harus dilakukan.

Selama pelarian Daud dari kejaran Raja Saul, dia dihinggapi rasa takut sepanjang waktu. ia bahkan mengungkapkan ketakutannya lewat doanya. “Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.” (Mazmur 57: 1)

Tuhan mendatangkan pertolongan kepada Daud tepat pada waktunya lewat Yonatan, putra dari Raja Saul. Di 1 Samuel 23: 16 disampaikan bahwa Yonatan “menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah…” dan Daud kembali bangkit menghadapi masa sulit itu.

Kisah Daud menunjukkan bagaimana Tuhan bisa memakai orang-orang percaya lainnya sebagai penopang atas keadaan terpuruk yang kita hadapi. Orang-orang percaya lainnya menjadi sumber untuk menguatkan kita di saat sedang kehilangan harapan dan lemah. Mereka bisa memberikan dorongan dan dukungan yang kita butuhkan untuk menghadapi keraguan, kekuatiran ataupun krisis yang kita hadapi. Biasanya dukungan ini bisa berupa doa, bimbingan rohani hingga dukungan secara material.

Jadi, kita diingatkan bahwa Tuhan sendiri menghadirkan orang lain dalam hidup kita sebagai sumber motivasi dan berkat bagi kita. Jadi sebagai manusia yang terbatas, kita perlu mengakui bahwa kita membutuhkan orang lain dan kita perlu punya kerendahan hati supaya mau menempatkan diri kita di antara orang-orang percaya lainnya. Mereka bahkan bisa jadi saudara yang jauh lebih karib dari saudara kandung kita karena kasih Tuhan menjadi dasar pengikat hubungan.

 

Action: Ambil waktu 5 menit untuk berdoa dan meminta supaya Tuhan mendatangkan orang-orang baik dan selalu ada untuk mendukungmu dalam iman.

Ayat Hafalan: Roma 12: 5, “…demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”

Ikuti Kami