Payung Rohani
Kalangan Sendiri

Payung Rohani

Lori Official Writer
      1737

Ayat Renungan: 

Ibrani 10: 25, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

1 Timotius 1: 2, “…kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.”

 

Kita adalah manusia yang terdiri dari roh, tubuh dan jiwa. Kita biasanya mendapatkan payung atau pelindung jiwa dan tubuh kita dari orang tua sejak kecil. Selain itu, kita juga perlu punya payung pelindung bagi roh kita melalui orang-orang rohani yang lebih dewasa. Itu yang kita sebut dengan mentor rohani.

Dalam 1 Timotius 1: 2 disampaikan, “…kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.” Rasul Paulus memberikan dirinya untuk memimpin seorang anak muda bernama Timotius. Melalui Paulus, Timotius bertumbuh secara rohani dan dipercayakan memimpin jemaat Tuhan. Setiap benih rohani yang ditabur Paulus atas Timotius membuatnya terus bertumbuh.

Kita bisa melihat contoh ini sebagai hasil dari sebuah proses mentoring rohani. Di dalam Perjanjian Lama kita juga bisa menemukan contoh mentorship yang sama, seperti halnya Elia dengan Elisa dan Musa dengan Yosua. Inilah sistem yang diterapkan gereja bagaimana orang-orang yang dewasa rohani meregenerasi iman kepada orang-orang yang lebih muda secara rohani.

Seorang mentor berfungsi bukan saja hanya mentransfer nilai-nilai, tetapi juga akan bergaul, memberi arahan dan contoh. Hidup mereka akan lebih dulu menjadi contoh sehingga orang-orang yang dimuridkan juga mengikuti. 

Untuk lebih jauhnya, kita bisa belajar 3 hal pentingnya peran mentoring yaitu:

Pertama, orang yang dimentor akan mendapatkan arahan yang jelas tentang nilai-nilai apa yang harus dihidupi.

Kedua, mentoring rohani bisa menghasilkan pertumbuhan rohani yang lebih signifikan. Karena seorang mentor bisa menjaga pertumbuhan rohani, seperti sebuah tanaman yang tumbuh dengan baik karena dirawat dan disiram setiap hari.

Ketiga, potensi bisa dikembangkan dengan maksimal. Hanya seorang mentor yang bisa mendalami lebih banyak tentang potensi di dalam diri seseorang. Sehingga murid atau orang yang dimentor bisa dibentuk menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan.

Besarnya manfaat mentoring menjadi pengingat bagi kita bahwa kita tidak bisa bertumbuh sendirian. Kita memerlukan orang lain untuk mendukung kita secara rohani. Karena itu firman Tuhan dalam Ibrani 10: 25, yang berkata “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Hari ini mari merenungkan ayat di atas dan mulai mencari komunitas yang tepat untuk kita bertumbuh lebih baik. 

 

Action: Apakah hari-hari ini kamu merasa memerlukan dukungan dari gereja atau komunitas rohani? Jika kamu bingung mencari cara untuk mendapatkan dukungan, hubungi konseling center kami dan bagikan kebutuhan apa yang sedang kamu perlukan. Hubungi kami sekarang melalui kontak Call Center 0811 9912 240, Whatsapp 0822 1500 2424.

Ayat Hafalan: Roma 12: 5, “…demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”

 

Hak cipta @Maria Kaesmetan 

Ikuti Kami