Dilukai Namun Tetap Mengasihi
Kalangan Sendiri

Dilukai Namun Tetap Mengasihi

Lori Official Writer
      1617

Ayat Renungan: 

1 Petrus 4: 8, “Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.”

Galatia 5: 22, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

 

Adalah wajar saat kita diperlakukan dengan tidak baik, maka biasanya kita akan berusaha untuk membela diri seperti ingin menjelaskan duduk persoalannya dan mengungkapkan kebenarannya. Tapi ketika perlakuan itu terlalu menyakitkan, kita bisa saja memilih untuk membalas atau menjauh dan memutuskan hubungan. 

Tahukah bahwa firman Tuhan tidak mengajarkan kita untuk melakukan pilihan terakhir. Tentu saja tidak akan mudah saat kita dilukai tapi kita harus mengasihi. Tapi Tuhan mengingatkan bahwa setiap orang yang hidup dan mengasihi Tuhan pasti akan selalu menghasilkan buah yang baik. Karena sikap maupun tindakan kita harusnya mencerminkan buah roh yang dituliskan dalam Galatia 5: 22, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Kita akan belajar salah satu dari buah roh ini yaitu kasih. Dalam 1 Petrus 4: 8 disampaikan, “Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” Waktu kita mengasih, mana setiap perbuatan dosa dan perlakuan yang menimbulkan perseteruan akan mampu diredam. Kasih memampukan kita untuk meresponi tindakan orang lain dengan kesabaran dan pengampunan. 

Kita perlu mengundang Tuhan untuk membereskan hati kita. Sehingga saat hati kita pulih, kita akan lebih mudah untuk berdamai dengan orang-orang yang melukai atau memperlakukan kita dengan buruk. Inilah kuasa kasih Tuhan, bahwa kita dimampukan mengasihi karena kasih Tuhan yang ada di dalam kita sanggup menutupi segala dosa. 

Sebagai orang-orang percaya kita dipanggil untuk melakukan hal yang bertolak belakangan dengan dunia, seperti mengasihi musuh kita atau orang yang sudah melukai hati kita. Inilah yang disampaikan dalam Lukas 6: 33, “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.” Firman ini menjadi pengingat bagi kita bahwa anak-anak Tuhan berbeda dengan dunia. Saat kita dilukai, kita balas dengan mengasihi. Waktu kita dirugikan, kita balas dengan memberikan apa yang kita punya untuk menggantikan yang hilang. Dan waktu difitnah, kita balas dengan memberkati. Tentu saja dalam prakteknya akan sulit bagi kita, karena itu saat kita hidup sepenuhnya di dalam Tuhan kita pasti bisa melakukannya.

Hari ini mari belajar untuk sembuh dari setiap luka dan kekecewaan kita dengan menghidupi kasih Tuhan.

 

Action: Pagi ini sebelum berdoa, ambil waktu untuk memeriksa hati kita. Apa tindakan menyakitkan yang kamu dapatkan dari orang lain? Dan minta Tuhan untuk menyembuhkan luka itu.

Ayat Hafalan: 1 Tesalonika 5: 11, “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”

 

Hak cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami