Sejarah HUT Jakarta dan Transformasi Logo dalam 5 Tahun Terakhir, Apa yang Beda? Yuk Simak
Sumber: detik.com

News / 21 June 2023

Kalangan Sendiri

Sejarah HUT Jakarta dan Transformasi Logo dalam 5 Tahun Terakhir, Apa yang Beda? Yuk Simak

Bella Tiurma Official Writer
2578

Sebagai warga Indonesia pasti tahu dan tidak pernah ketinggalan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta tepat pada tanggal 22 Juni. Khususnya bagi warga Jakarta sendiri menyambutnya dengan meriah karena ini merupakan momen yang istimewa. 

Setiap tahunnya perayaan HUT Jakarta dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan dan acara, seperti konser musik hingga festival kuliner yang tentu saja memamerkan keanekaragaman budaya dan kekayaan kuliner khas Jakarta.  

Namun, mengapa ulang tahun Jakarta dirayakan pada tanggal 22 Juni? Dan kenapa setiap tahunnya logo yang dipakai dalam HUT Jakarta selalu berbeda? 

 

Baca Juga : Jakarta Fair Kemayoran Sudah Dibuka! Cek Jadwal dan Harga Tiket Masuknya Yuk!

 

Sejarah Singkat DKI Jakarta 

DKI Jakarta yang saat ini kita lihat tidaklah sama dengan Jakarta pada zaman dulu. Berawal dari sekitar 500 tahun lalu, Jakarta hanyalah sebuah pelabuhan kecil di estuari sungai Ciliwung. Namun, secara bertahap Jakarta berubah menjadi sebuah pusat perdagangan internasional. Hal ini dapat kamu temukan melalui prasasti di sekitar pelabuhan dan sepanjang sungai Ciliwung yang menjadi rekam jejak Jakarta dari zaman dahulu. 

Sekitar abad ke-16, seorang pengembara Eropa mencatat bahwa pada zaman dahulu Jakarta sering disebut dengan nama Kalapa yang menjadi pelabuhan utama Kerajaan Sunda. Tepat pada tanggal 22 Juni 1527, Pangeran Fatahilah menyerang pelabuhan tersebut dan mengganti nama dengan dari Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Melalui peristiwa penyerangan Pangeran Fatahilah ini yang dijadikan sebagai perayaan HUT Jakarta dan diperingati tepat pada tanggal 22 Juni.

 

Baca Juga : Buat Kerak Telur Makanan Khas Betawi, Ini Resepnya

 

Kedatangan VOC Belanda ke Jakarta bukan hanya mengambil alih kekuasaan disana, tetapi mereka mengganti nama menjadi Batavia. Penggantian nama ini diambil berdasarkan bahasa nenek moyang bangsa Belanda, yaitu Batavieren

Hingga pada awal abad ke-20, Batavia mulai menjadi pusat pergerakan nasional yang diketahui dengan adanya Kongres Pemuda Kedua di tahun 1928. Dan sebagai dampak dari Perang Dunia ke-II yang terjadi pada tahun 1942 – 1945, mulailah Jepang menduduki Indonesia sehingga Batavia mengalami perubahan nama kembali menjadi Jakarta atau pada masa itu dikenal dengan nama Jakarta Tokubetsu Shi. 

Kemudia sejak terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang terjadi pada tahun 1945, Jakarta telah ditetapkan secara tidak langsung sebagai pusat kegiatan politik dan pemerintahan pada masa awal kemerdekaan. Dan diresmikan sebagai ibukota negara Indonesia pada tahun 1966.

Sumber : jakarta.go.id | sindonews.com | detik.com
Halaman :
123Tampilkan Semua

Ikuti Kami