Meski Sepele, Tuhan Mau Kita Setia Dalam Segala Perkara

Renungan Harian / 15 February 2021

Meski Sepele, Tuhan Mau Kita Setia Dalam Segala Perkara
Claudia Jessica Official Writer
      4646

Lukas 16:10

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 46; Kisah Para Rasul 18; Imamat 1-3

Suamiku adalah seorang kolektor barang-barang yang telah tak dipakai. Ia mahir dalam memperbaiki, memulihkan, dan menggunakan kembali barang-barang tersebut. Namun, baru-baru ini ia membawa sebuah mug kopi bekas dengan gambar kartun koki di sisinya.

Saya tidak menyukai mug itu. Saya memberikan sinyal ketidaksukaan terhadap mug ini dengan membiarkannya di wastafel dan tidak pernah mencucinya.

Meskipun kami memiliki banyak mug, tapi suami saya terus terpaku menggunakan mug itu. Ia selalu mencarinya dan mengabaikan mug lain yang ada. Setelah beberapa minggu, ia menyadari bahwa saya mengabaikan mug ini. Setelah melakukan diskusi singkat, saya mengetahui bahwa dia menyukai mug ini dan ingin menyimpannya meskipun saya tidak menyukainya.

Saya berencana untuk membuang mug ini diam-diam namun tiba-tiba Efesus 5: 24 terlintas di benak saya, “Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”

Segala sesuatu atau segala hal. Artinya termasuk mug kopi jelek ini juga.

Ditambah lagi dengan Kolose 3: 18 juga mengingatkan saya, “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.”

Jadi, apa yang harus dilakukan seorang istri dalam masalah yang sepele seperti ini? Tentu tidak masalah apabila saya membuang atau tetap menyimpan mug ini bukan?

Namun, Tuhan peduli dengan kondisi hati kita, tentang kesediaan kita untuk menyerah pada-Nya. Firman Tuhan memerintahkan istri untuk menghormati suaminya (Efesus 5: 33). Dua memanggil kita untuk berserah diri pada kehendak-Nya, untuk menghormati suami kita bahkan ketika menyangkut masalah sepele.

Masalah yang menurut kita tidak penting, itu penting bagi Tuhan. di mana kita merasa dapat memilih dengan teliti, dan memutuskannya berdasarkan pandangan, pemahaman, dan kemauan kita sendiri.

Tidak seperti dunia yang berkata, “jangan memusingkan hal-hal kecil dalam hidup,” Lukas 16:10 menjelaskan bahwa Tuhan melihat bagaimana kita menangani hal-hal kecil. Dapat dipercaya dalam hal-hal yang sangat kecil merupakan indikasi bagi-Nya apakah kita dapat dipercaya dengan hal-hal yang lebih besar.

Seiring berjalannya waktu, mug bergambar kartun koki itu menjadi mug favorit suami saya. Meskipun rasa suka saya terhadap mug itu tidak tumbuh, namun ketika melihat mug itu di wastafel atau di meja dapur kami, saya jadi teringat untuk menaati Tuhan sekalipun dalam hal-hal sepele yang tampak tidak penting dalam pernikahan saya.

 

Disadurkan dari crosswalk.com. Hak cipta oleh Lynette Kittle.


Anda butuh didoakan langsung? Klik link dibawah ini untuk terbubung dengan Tim doa kami http://bit.ly/InginDidoakan

Anda butuh konseling? Klik link dibawah ini untuk konseling. http://bit.ly/inginKonseling

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?