Dua Nasihat untuk Mengasihi Musuh
Kalangan Sendiri

Dua Nasihat untuk Mengasihi Musuh

Theresia Karo Karo Official Writer
      17915
Show English Version

Amsal 24:17

Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu43[/kitab]; [kitab]iitim1[/kitab]; [kitab]yesay39-40[/kitab]


“Mengasihi” dan “musuh” merupakan dua kata yang bertolak belakang dalam pengertian duniawi. Oleh karena itu keduanya tidak dapat disatukan. Musuh bila diubah ke bahasa Inggris menjadi Enemy. Kata ini berasal dari bahasa latin inimicus yang mengandung makna bukan sahabat.

Jelas bahwa orang yang membenci akan menginginkan hal yang tidak baik, menjatuhkan, kecewa, sakit dan sebagainya. Oleh sebab itu nasihat untuk mengasihi musuh dapat dikatakan aneh, karena normalnya musuh menjadi orang yang dilawan, dibenci disingkirkan dan lain sebagainya yang memberi kesan negative.

Pemikiran dunia berbeda dengan Allah, yang menganjurkan sebaliknya. Seperti tertulis dalam Matius 5:44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”.

Bukan sekedar berbicara aspek iman dan teologis, tetapi hal ini juga turut mempegaruhi praktik dan logis. Satu, membenci musuh ternyata merugikan diri sendiri, seseorang tidak akan pernah merasa bahagia apabila dikuasai kebencian terhadap orang lain. Dua, apabila melawan kebencian dengan kebencian, sama saja dengan melipatgandakannya. Sama dengan ilustrasi gelap yang tidak bisa dilawan dengan gelap, melainkan dengan terang. Walau hanya setitik cahaya, ternyata sanggup menembus kegelapan.

Dengan memahami makna ajaran “mengasihi musuh”, kita bisa melihat luka tanpa dendam; kepahitan tanpa amarah; kekecewaan tanpa geram. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk mengasihi orang lain; untuk berbuat kebaikan.

Kemenangan terbesar adalah ketika kita berhasil mengasihi lawan.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?