Prabowo mengindetikkan dirinya dengan Presiden pertama RI Soekarno. Hal ini menuai kritik dari pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk. Dirinya menganggap aneh pernyataan ini karena pada masa pemerintahan Soekarno, ayah Prabowo yakni Soemitro Djojohadikusumo, kerap bersiteru dengan Soekarno.
Berita yang dirilis dari Kompas.com, Hamdi mengatakan, "dari mana Prabowo bisa membentuk citra dirinya seperti Soekarno. Dulu kan Soemitro itu adalah musuh politiknya Soekarno," ujar Hamdi di Jakarta, Sabtu (31/5) siang.
Pasalnya, di masa pemerintahan Soekarno, Soemitro sangat mendukung kebijakan-kebijakan Amerika. Berbeda dengan Soemitro, Soekarno sangat anti-asing termasuk untuk mendukung kebijakan Amerika. Menurut Hamdi, penyamaan diri Prabowo dengan Soekarno tidak masuk akal.
Hamdi menambahkan bahwa Prabowo yang mengidentikkan dirinya dengan Soekarno hanyalah langkah dalam pemasaran politik belaka. Menurutnya sosok Prabowo sangat berbeda dari jiwa Soekarnoisme. Pemilu akan segera berlangsung di bulan Juli, berbagai langkah dilakukan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ini untuk mengumpulkan dukungan suara.
Baca juga:
Anies Baswedan Dukung Jokowi-JK
Cara Mudah Melekatkan Hubungan Dengan Anak
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”