Dituduh Oleh Hati Nurani

Renungan Harian / 28 January 2013

Kalangan Sendiri
Dituduh Oleh Hati Nurani
Puji Astuti Official Writer
      11678
Show English Version

Kisah Para Rasul 24:16
Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]mazmu28[/kitab];[kitab]matiu28[/kitab]; [kitab]kelua5-6[/kitab]

Setelah Ffyona Campbell menjadi terkenal sebagai wanita pertama yang berjalan kaki mengelilingi dunia, sukacitanya hanya bertahan sementara. Meski banyak sanjungan yang diterimanya, ada yang terus mengganggunya. Rasa bersalah menguasai dirinya dan membuatnya hampir mengalami gangguan saraf.

Apakah yang mengganggunya? “Aku seharusnya tidak dikenang sebagai wanita pertama yang berjalan kaki mengelilingi dunia,” Ffyona akhirnya mengaku. “Aku berbuat curang.” Selama menempuh rute perjalanannya, ia melanggar panduan-panduan dari Guinness Book of World Records dengan menumpang sebuah truk di sebagian perjalanan yang dilaluinya. Untuk membersihkan hati nuraninya, ia menelepon sponsornya dan mengakui kecurangannya.

Tuhan memberi setiap kita hati nurani yang memunculkan rasa bersalah ketika kita berbuat salah. Dalam surat Roma, Paulus menggambarkan hati nurani kita sebagai sesuatu yang “saling menuduh atau saling membela [kita]” ( [kitab]0roma2:15[/kitab]). Bagi pengikut Kristus yang taat, memelihara kemurnian hati nurani adalah cara penting dalam menjaga kompas moral sekalipun moral kita tidak sempurna. Mengakui dosa, bertobat, dan membayar akibat dosa haruslah menjadi cara hidup kita ( [kitab]IYoha1:9[/kitab]; [kitab]Imama6:2-5[/kitab]).

Paulus, yang memberi teladan bagaimana menjaga hati nurani yang murni, berkata, “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia” ([kitab]Kisah24:16[/kitab]). Melalui pengakuan dosa dan pertobatan, ia menjaga hidupnya di hadapan Allah. Apakah dosa mengganggu Anda? Ikutilah teladan Paulus. Berjuanglah untuk memiliki hati nurani yang murni. —HDF

Jika firman Allah memandu hati nurani Anda, perkenankan hati nurani menjadi pemandu Anda.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?