Guru Diajari Cara Nge-Blog

Nasional / 20 October 2008

Kalangan Sendiri

Guru Diajari Cara Nge-Blog

Tammy Official Writer
4629
Weblog atau jurnal online bisa menjadi salah satu media literasi dan pembelajaran yang efektif dan luas. Hal ini ditekankan di dalam Kongres I Asosiasi Guru Sains Indonesia yang dilaksanakan 18-10 Oktober di Bandung.

Di dalam kongres yang diikuti 208 guru sains dari 21 provinsi se-Indonesia ini, para guru dibekali pula cara membuat dan memanfaatkan media weblog. Selama sehari, guru-guru Ilmu Pengetahuan Alam, Kimia, Biologi, Fisika, Bumi Antariksa, Geografi, dan Astronomi ini diajari ngeblog dari penyedia jasa blog gratis, khususnya Blogger.

Menurut Ketua Umum AGSI Yuyun R. Nur Yusuf, secara umum, masih teramat jarang guru yang sudah memanfaatkan media komunikasi dari jagat maya ini. "Padahal, blog ini bisa menjadi media bagi mereka (guru) untuk menulis dan mencurahkan pikiran. Mendorong budaya literasi," ungkapnya.

Ia berharap, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, guru-guru sains dapat mengembangkan dirinya. Jangan justru malah ketinggalan zaman. "Untuk itu, tiap-tiap anggota AGSI diusahakan memiliki setidaknya alamat surat elektronik sendiri. Sehingga, meskipun guru itu ada di Papua, dia tetap bisa mengembangkan dirinya lewat ICT (Teknologi Infokom)," tuturnya.

Kendala terbesar mendorong pemanfaatan teknologi infokom, termasuk blog, ini justru biasanya ada dari internal guru itu sendiri. Bukan keterbatasan sarana atau fasilitas. Sebetulnya, tidaklah susah (membuat blog). "Yang penting merubah kebiasaan dan terus melakukan pengembangannya," ungkap Kustini (45), guru dari SMKN 4 Kota Bandung. Menurutnya, praktik ngeblog jauh lebih mudah daripada teorinya.

Guru Nge-blogMenurut Sri Prihatiningsih, instruktur pelatihan membuat blog, pada prinsipnya, setiap orang bisa membuat media ini. Blogger, situs freehosting (penyedia jasa gratis) itu dipilih karena relatif lebih mudah digunakan (user friendly) dibandingkan lainnya macam Wordpress, Thoughts, Multiply, dan Facebook. Bagi kalangan guru, blog ini bisa menjadi media interaksi antara pengajar, pakar, dan siswa sendiri.

Narsis

Nevoyati (44), guru SMKN I Cimahi, bertekad akan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. "Nantinya, di blog yang saya buat, akan diisi dengan tugas-tugas harian. Para siswa diundang dan diminta mengakses blog untuk bisa mengerjakannya," ujarnya. Apakah ini bisa dikatakan narsis? "Gak masalah. Selama itu arahnya positif dan tidak mengarah ke kesombongan, ya tidak apa-apa," ucapnya.

Menurutnya, hal tersulit yaitu kreativitas mengembangkan serta membuat blog itu agar menarik dan bisa dikunjungi orang. Ia sendiri mengaku akan terus belajar mengenai desain blog dan fitur-fitur pelengkapnya, termasuk yang dikembangkan perangkat lunak Macromedia Flash Player.

Kongres I AGSI ini sendiri akan berlangsung hingga Senin (20/10) ini. Peserta yang hadir itu ada yang berasal dari Aceh hingga Papua. Penyelenggara kegiatan tidaklah menyediakan biaya transportasi. Peserta dari Papua misalnya, mengeluarkan biaya hingga Rp 8 juta untuk ikut kegiatan ini. Menurut Yuyun, ini merupakan bentuk antusiasme guru mengikuti kegiatan ini.


Sumber : kompas.com/Tmy
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?