Masalah tentang uang memang pembicaraan paling tidak romantis yang seringkali dihindari oleh pasangan suami istri. Orang lebih memilih untuk tidak membicarakannya daripada bertengkar karenanya. "Well.. jika kita saling menicintai satu sama lain kita tidak akan bertengkar karena uang.." Salah ! Uang tidak ada hubungannya cinta, tapi sangat berhubungan dengan seberapa seringnya Anda bertengkar. Membicarakan masalah keuangan bukanlah ajakan untuk memperdebatkan siapa yang paling benar tentang uang, tetapi agar Anda berdua lebih fokus dalam menemukan kesamaan tujuan keuangan dan cara mewujudkan tujuan keuangan tersebut.
Mengelola keuangan keluarga seperti sebuah pesawat dengan dua mesin. Jika mesin yang satu maunya jalan ke depan, sedangkan mesin yang lain maunya mundur ke belakang akibatnya pesawat tersebut pasti jatuh. Karena itu, "Until death do us part.." pastikan Anda berdua bergerak ke arah yang sama.
Masalahnya Bukan Cuma Uang
Memiliki penghasilan lebih dari satu tentu lebih menyenangkan daripada hanya bergantung dari satu penghasilan saja. Sebuah keluarga juga akan merasa lebih aman dari sisi finansial jika penghasilan keluarga tidak bergantung pada satu sumber penghasilan saja. Karena itulah saat ini trend suami istri bekerja juga sudah begitu membudaya. Namun, pada kenyataannya pasangan suami istri yang bekerja tidak selalu bisa menjawab permasalahan keuangan keluarga yang muncul.
Masalah siapa yang bertanggung jawab pada apa, siapa yang harus menbayar apa, siapa yang bertanggung jawab untuk tabungan dan investasi keluarga, apakah penghasilan suami adalah penghasilan istri namun penghasilan istri tetap jadi penghasilan istri, haruskah hutang salah satu satu pasangan juga menjadi tanggung jawab pasangannya, bagaimana jika salah satu pasangan harus kehilangan pekerjaan, bagaimana jika salah satu pasangan tiba-tiba mendapat rejeki nomplok, dan lain sebagainya.
Cara pandang tentang uang memang sudah terbentuk dari karakter masing-masing pihak. Karakter yang sudah terbentuk sejak lahir, dan bagaimana cara kita dibesarkan juga akan membuat perbedaan bagaimana cara mengelola uang berbeda satu sama lain. Sehingga jika dibawa dalam kehidupan berumah tangga wajar sekali berpotensi menimbulkan konflik. Perbedaan yang terjadi secara alamiah ini, bukanlah sesuatu yang harus dihindari karena memang tidak mungkin dihindari. Yang terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap memberikan masing-masing pihak ruangan untuk menjadi dirinya sendirinya, namun berkomitmen untuk tetap menomorsatukan kepentingan keluarga diatas kepentingan pribadi.
Kenali Kebiasaaan Keuangan Masing-Masing
Lamanya masa pernikahan ternyata tidak menjamin seseorang telah mengenal pasangannya, terutama dalam kebiasaan mengelola keuangan. Sesekali Anda mungkin masih dikejutkan bahwa pasangan Anda ternyata mempunyai kebiasaan dan pandangan tentang uang yang berbeda dengan Anda. Seringkali Anda bahkan tidak merasa nyaman dengan berbagai kondisi keuangan yang menyertai kehidupan rumah tangga. Misalnya, Anda dan pasangan mungkin masih belum terbuka untuk mengatakan mengenai jumlah penghasilan masing-masing yang sebenarnya, bagaimana kebiasaaanya dalam berbelanja lebih senang membayar tunai atau dengan kartu kredit, berapa jumlah hutangnya, apakah harus menanggung biaya hidup orang tua dan adik-adik atau tidak.
Kesampingkanlah rasa sungkan dan malu dalam mengkomunikasikan kebiasaan pengelolaan masing-masing, sebab ketika sudah menikah maka yang kemudian muncul adalah uang kita, bukan lagi uangmu atau uangku. Dengan demikian penghasilan Anda berdua adalah menjadi penghasilan keluarga sehingga pemakaian dari penghasilan tersebut atau pengeluarannya juga sebaiknya menjadi tanggung jawab Anda berdua.
Komunikasi yang baik antara suami isteri adalah modal utama mengelola keuangan keluarga dengan sukses. Hindari tindakan menyembunyikan, masalah keuangan keluarga dari pasangan Anda, dan jangan mengacuhkan atau menunda penyelesaian masalah-masalah keuangan tersebut karena semakin lama ditunda akan semakin membahayakan kondisi keuangan keluarga. Mike Rini.