Sepanjang Alkitab, banyak tokoh justru menemukan panggilan hidupnya bukan saat keadaan nyaman, tetapi saat hidup mereka sedang terguncang.
Alkitab menunjukkan bahwa krisis bisa menjadi tempat Tuhan membentuk, memanggil, dan mengutus seseorang.
1. Nehemia (Neh. 1:3-4; 2:17-18)
Krisis: Yerusalem dalam reruntuhan; temboknya roboh, pintu-pintunya terbakar, dan umat Tuhan hidup dalam kehinaan.
Panggilan: Tuhan menaruh beban dalam hati Nehemia untuk menjadi pembangun kembali reruntuhan Yerusalem dan memulihkan martabat umat-Nya.
2. Gideon (Hak. 6:11-16)
Krisis: Bangsanya Israel ditindas oleh orang Midian, dan Gideon hidup dalam ketakutan.
Panggilan: Tuhan memanggil Gideon untuk berani menghancurkaan mezbah berhala Baal dan memimpin bangsa Israel menang melawan orang Midian.
3. Yeremia (Yer. 1:4-10)
Krisis: Yehuda sedang mengalami kemerosotan rohani, hidup dalam pemberontakan kepada Tuhan, dan sedang menuju penghukuman.
Panggilan: Tuhan memanggil Yeremia di usia muda untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa, untuk menyampaikan teguran, peringatan, dan pengharapan pemulihan dari Tuhan.
4. Debora (Hak. 4:1-10)
Krisis: Israel ditindas oleh Yabin, raja Kanaan, dan hidup dalam tekanan karena kekuatan panglima Sisera.
Panggilan: Tuhan memakai Debora sebagai nabiah, hakim, dan pemimpin yang membangkitkan keberanian Israel untuk berperang dan mengalami pembebasan.
Reruntuhan yang Nehemia tangisi, ketakutan yang Gideon sembunyikan, keterbatasan usia Yeremia dan bahkan tekanan besar yang dihadapi Debora, bukanlah tembok penghalang melainkan titik awal panggilan ilahi.
Tuhan tidak memanggil seseorang dari kondisi yang nyaman, tetapi dari kondisi krisis untuk menyatakan kuasa-Nya.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”