Terang dan Garam Dunia
Yesus menyebut murid-murid-Nya sebagai terang dan garam dunia. Artinya, setiap orang yang percaya kepada-Nya dipanggil untuk memberi pengaruh positif dan memancarkan kasih-Nya di tengah dunia.
Menjadi pengikut Kristus bukan hanya soal apa yang kita percaya, tapi juga bagaimana kita hidup setiap hari.
Lalu, apa artinya menjadi terang dan garam?
1. Menjadi terang
Sebagai terang, hidup kita seharusnya memancarkan kebaikan yang berasal dari Tuhan.
Yesus berkata dalam Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
Artinya, melalui sikap, perkataan, dan tindakan kita, orang lain bisa melihat kasih Tuhan.
2. Menjadi garam
Garam memberi rasa dan menjaga sesuatu tetap baik. Begitu juga hidup, kita dipanggil untuk membawa dampak yang positif. Dalam Matius 5:13 tertulis, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?”
Hidup kita seharusnya membawa perubahan, bukan justru kehilangan nilai.
Menjadi terang dan garam bukan berarti harus sempurna, tetapi memilih untuk hidup berbeda. Artinya, hidup yang mencerminkan kasih, kebenaran, dan karakter Kristus di mana pun kita berada.
Dunia tidak selalu berubah oleh hal besar, tapi oleh hidup-hidup kecil yang setia memberi dampak.
Sumber : Jawaban.comIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”