Kasih Tuhan Tinggal Tetap di Tengah Keadaan yang Hancur

Renungan Harian / 27 October 2026

Kasih Tuhan Tinggal Tetap di Tengah Keadaan yang Hancur
Lori Official Writer
      45

Ratapan 3:22-23

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

 

Hari-hari ini, ada banyak orang yang mungkin mengalami hal serupa dengan yang dialami penulis ratapan waktu menyaksikan kota Yerusalem yang megah dan indah justru hancur seketika waktu. Semuanya rata dan tidak ada yang tersisa. Sama seperti keadaan kita saat ini - dulu kita mungkin bisa menikmati kehidupan yang aman dan nyaman. Apa-apa tersedia - pergi kemana-mana tinggal naik mobil, mau beli apapun tak perlu piker nominal. Tapi setelah penjualan usaha semakin menurun dan proyek kerja yang dulu ramai sekarang justru mandek, semua kenyamanan pelan-pelan hilang. Mobil terpaksa dijual untuk menutupi kebutuhan dan gaya hidup harus terpaksa diturunkan karena pendapatan tak lagi seperti dulu.    

Tapi waktu kita merenungkan bagian tulisan Yeremia di ratapan, kita menemukan sesuatu yang menarik dari tulisan Yeremia: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu." (Ratapan 3:22-23)

Yeremia tidak menyangkali keadaan yang sedang hancur. Tetapi justru mengakui dengan jujur apa yang benar-benar ia rasakan. Tetapi di antara puing-puing itu, dia menemukan sesuatu yang tidak ikut runtuh yaitu "Kasih setia Tuhan."

Kata “kasih setia” dalam bahasa Ibrani adalah hesed, yaitu kasih yang terikat oleh perjanjian dan tidak akan melepaskan. Artinya, Tuhan mengasihi kita bukan karena kita berprestasi, tetapi karena Ia setia pada janji-Nya. Itulah sebabnya kasih ini “tak berkesudahan.” Kegagalan kita, sebesar apa pun, tidak sanggup menghabiskannya. Dan kasih itu “selalu baru tiap pagi.” Tuhan tidak memberi sisa dari kemarin, melainkan kasih yang segar dan cukup untuk hari ini. Itu berarti kegagalan kemarin tidak otomatis menjadi nasib kita hari ini.

Saudara, selalu ada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya. Mungkin jalan di depan belum terlihat, tetapi Tuhan hanya meminta kita melangkah satu hari dalam satu waktu.

Bagi siapapun yang saat ini seperti sedang jatuh dari posisi yang dulu sudah cukup baik, dan sekarang kembali di titik awal - Anda tidak melaluinya sendirian. Tokoh-tokoh di dalam Alkitab juga banyak mengalami hal yang sama - salah satunya termasuk Ayub. Tetapi yang terpenting sebagai pengingat adalah "jangan menyalahkan diri Anda terus menerus". Serahkan semuanya kepada Tuhan dan percaya bahwa selalu ada jalan baru yang Tuhan sediakan di depan. Mari mulai melangkah lagi — bahkan jika itu dimulai dari satu langkah yang sangat kecil. Tuhan memegang masa depan Anda, dan kasih setia-Nya tidak pernah gagal.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Apa yang paling Anda rasa hilang dari hidup Anda belakangan ini, dan sudahkah Anda mengakuinya dengan jujur kepada Tuhan, seperti Yeremia yang tidak menyangkal kehancurannya?

2. Dalam keadaan yang sulit ini, apa satu bukti kasih setia Tuhan yang masih bisa Anda lihat hari ini, sekecil apa pun itu?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?