Mengenali Kehadiran Yesus
Kalangan Sendiri

Mengenali Kehadiran Yesus

Lori Official Writer
      233

Yohanes 21:1-2

"Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias...Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."

 

 

Setelah Yesus menampakkan diri kepada para murid di ruang tertutup tempat mereka bersembunyi karena takut (Yohanes 20:19-31), Dia kembali menemui mereka — kali ini di tepi Danau Tiberias, di tengah rutinitas keseharian mereka.

Para murid telah kembali melaut. Namun malam itu, setelah berjam-jam bekerja keras, mereka tidak mendapat seekor ikan pun. Lelah, kosong, dan mungkin kecewa — itulah kondisi mereka ketika Yesus muncul di tepi danau.

Menariknya, mereka tidak langsung mengenali-Nya. Yesus yang telah mereka ikuti selama kurang lebih tiga tahun itu berdiri di sana, namun mereka tidak sadar. Lalu datanglah perintah sederhana: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." (Yohanes 21:6)

Mereka menurut — dan jala mereka penuh dengan ikan. Barulah Yohanes tersadar dan berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan!"

Setelah Paskah, Yesus menampakkan diri-Nya kepada murid-murid dalam banyak cara. Seperti kepada Tomas, yang baru percaya ketika menyaksikan sendiri (Yohanes 20:25). Seperti kepada Yohanes, yang mengenali Yesus jika sesuatu yang supranatural terjadi. Atau bahkan seperti Petrus, yang langsung bertindak begitu mendengar, "Itu Tuhan!".

Yesus tidak hanya hadir menyatakan diri-Nya di masa itu saja. Sama seperti murid, Yesus juga selalu menampakkan diri-Nya kepada kita meskipun tidak secara fisik. Dia terus hadir dalam setiap musim kehidupan kita, termasuk di saat kita lelah dan tangan kita pulang dengan kosong. Tetapi apakah kita cukup peka untuk mengenali-Nya?

Mungkin kita baru mengenali-Nya lewat pengorbanan dan kebangkitan-Nya, lewat perjamuan yang kita terima, lewat masa sulit yang kita lewati. Atau bahkan lewat mukjizat yang kita alami. Kita akan meresponi kehadiran Tuhan ketika kita memiliki iman. Sehingga iman kita menjadi peka dan bertindak saat Ia hadir.

Hari ini, saya mengajak Anda untuk merenungkan hal ini: Bagaimana Tuhan menampakkan diri-Nya kepada Anda? Apa respons yang Anda pilih "Percaya atau Tidak"?

Ikuti Kami