Harga Mahal Sebuah Keselamatan

Renungan Harian / 4 April 2026

Kalangan Sendiri
Harga Mahal Sebuah Keselamatan
Claudia Jessica Official Writer
      2493

Lukas 23:33-34

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”

 

Pengampunan dosa yang kita terima, telah dibayar dengan harga yang sangat mahal. Bukan oleh perbuatan kita, bukan karena sifat baik, bukan karena benih yang kita tabur.

Lukas 23 membawa kita ke momen paling penting dalam karya keselamatan yang terima. Ketika Yesus disalibkan di tempat yang bernama Tengkorak, Ia sangat menderita. Secara fisik, tubuh-Nya dipaku, disiksa, juga dipermalukan. Yesus melakukan semua itu untuk memikul dosa seluruh manusia.

Di penderitaan akibat siksaan yang Yesus alami, Ia justru berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Ayat 34)

Kalimat ini bukan sekadar kata-kata belas kasihan. Ini adalah inti dari pengorbanan-Nya. Yesus tidak hanya menanggung dosa saja, tetapi juga membuka jalan supaya dosa itu diampuni.

Artinya, pengampunan yang kita terima hari ini hanya bisa terjadi karena Yesus telah lebih dulu berkorban bagi kita di kayu salib.

Yesus sebagai Tuhan, bisa saja menghentikan penderitaan yang Ia alami, tetapi Ia memilih untuk tetap disalibkan dan taat sampai akhir hanya karena kasih Yesus jauh lebih besar daripada penderitaan yang Ia alami.

Bagi orang percaya, salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga bukti kasih yang rela berkorban demi pengampunan dosa. Tapi dalam kehidupan sehari-haru, kita seringkali menganggap dosa sebagai hal kecil.

Kita bilang, “ah cuma sekali,” atau “Tuhan pasti mengerti.”

Saudara, kalau dosa memang ringan, Yesus tidak perlu sampai mati di kayu salib.

Pengorbanan Yesus mengingatkan kita bahwa dosa itu serius, tetapi kasih Tuhan jauh lebih besar.

Hari ini, kita hidup dalam anugerah keselamatan. Kita diampuni, bukan karena kita layak, tapi karena Yesus sudah membayar lunas melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

 

Momen Refleksi

  • Apakah aku menyadari bahwa pengampunan yang kuterima ada harganya?
  • Apakah aku masih menganggap remeh dosa dalam hidupku?

Action Hari Ini:

Luangkan waktu untuk berdoa dan mengucap syukur atas pengorbanan Yesus di kayu salib.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?