Hidup Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
Kalangan Sendiri

Hidup Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda

Lori Official Writer
      118

Roma 12: 2

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

 

Sering kali kita melihat realitas yang tampak ironis - mereka yang hidup jauh dari Tuhan justru memiliki karier mentereng dan perjalanan hidup yang mulus. Sebaliknya, kita yang memilih setia mengikut dan melayani Tuhan segenap jiwa justru sering harus menempuh jalan terjal, penuh perjuangan, dan pengorbanan.

Perasaan bimbang ini manusiawi. Bahkan Pemazmur pun pernah merasakannya: "Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir. Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik" (Mazmur 73:2-3).

Melalui Roma 12:2, Rasul Paulus mengingatkan bahwa mengikut Yesus berarti menyadari bahwa dunia ini bukanlah tujuan akhir. Kita dipanggil untuk memiliki pemahaman yang tidak dimiliki dunia bahwa kesulitan hidup bukanlah tanda ketidakadilan Tuhan atau pengabaian-Nya. Sebaliknya, itu seringkali merupakan tanda bahwa kita sedang dipercaya untuk diproses.

Hal serupa disampaikan dalam 1 Yohanes 2: 15-17, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya...Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."

Jadi, perbedaannya adalah orang percaya tahu apa yang mereka kejar yaitu "kepada hal-hal yang di atas, bukan kepada hal-hal duniawi" (Kolose 3: 2). Dan yang kita sedang kejar adalah sesuatu yang tak akan pernah hilang, pudar dan tergoncangkan oleh segala keadaan. Tuhan bukan tidak adil atau hidup kita yang tidak mujur, tetapi Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk kehidupan kekal untuk kita nikmati kelak.

 

Refleksi Pribadi:

1. Apakah aku masih sering membandingkan diri dengan orang lain dan mempertanyakan mengapa hidup mereka yang belum mengenal Tuhan tampak jauh lebih mudah?

2. Melalui renungan ini, apa pesan pribadi yang Tuhan sampaikan kepadaku tentang alasan mengapa hidup orang percaya harus berbeda dari dunia?

Ikuti Kami