Kalau Tuhan benar-benar penuh kasih dan berkuasa atas segalanya, kenapa Ia membiarkan dosa tetap ada? Kenapa dunia masih dipenuhi kejahatan, penderitaan, pengkhianatan, dan kehancuran? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul dalam pikiranmu. Bukan hanya bagi orang yang tidak percaya, tetapi juga bagi banyak orang Kristen yang diam-diam bergumul mencari jawabannya.
BACA JUGA: Persia, Israel, dan Konflik yang Sudah Disebut dalam Alkitab
Menariknya, pertanyaan ini bukan pertanyaan baru. Selama ribuan tahun, para filsuf dan teolog membahasnya. Bahkan ada istilah khusus untuk pembahasan ini, yaitu theodicy, yang berasal dari kata Yunani yang berarti keadilan Tuhan. Banyak orang berargumen bahwa jika Tuhan itu maha kuasa, Ia bisa menghentikan kejahatan. Jika Tuhan itu maha baik, Ia tentu ingin menghentikannya. Namun karena kejahatan masih ada, mereka menyimpulkan bahwa Tuhan yang maha kuasa dan maha baik tidak mungkin ada.
Tetapi Alkitab memberikan jawaban yang berbeda. Jawaban pertama yang perlu dipahami adalah bahwa Tuhan tidak menciptakan dosa. Tuhan menciptakan kebebasan. Kebebasan untuk memilih, mengasihi, dan menaati-Nya. Namun kebebasan yang sama juga membuka kemungkinan untuk menolak-Nya.
Tanpa kebebasan, manusia tidak akan mampu mengasihi dengan sungguh-sungguh. Bayangkan jika seseorang mencintaimu bukan karena memilih untuk mencintaimu, melainkan karena ia diprogram untuk melakukannya. Apakah itu benar-benar kasih? Kasih yang sejati hanya mungkin ada ketika ada pilihan untuk berkata tidak, tetapi seseorang memilih untuk berkata ya.
Karena itu, kebebasan yang memungkinkan manusia mengasihi Tuhan juga memungkinkan manusia melakukan dosa. Jika setiap tindakan salah langsung dicegah, manusia tidak lagi benar-benar memiliki kebebasan. Kita hanya menjadi makhluk yang dipaksa taat tanpa pilihan.
Lalu muncul pertanyaan berikutnya: jika Tuhan tahu manusia akan jatuh ke dalam dosa, mengapa Ia tetap menciptakan mereka?
Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan memilih menciptakan manusia dengan kebebasan karena Ia menginginkan hubungan yang nyata, bukan ketaatan yang dipaksakan. Dan ketika manusia jatuh, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Justru di situlah kisah kasih-Nya terlihat paling jelas.
Lihatlah kehidupan Paulus. Sebelum mengenal Yesus, ia adalah penganiaya orang percaya. Namun setelah perjumpaannya dengan Kristus, ia menjadi salah satu penulis terbesar dalam Perjanjian Baru. Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali, tetapi dipulihkan dan menjadi pemimpin gereja mula-mula. Maria Magdalena yang pernah mengalami kegelapan dalam hidupnya justru menjadi orang pertama yang menyaksikan Kristus yang bangkit.
Alkitab juga mencatat kisah Yusuf. Ia dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya sendiri karena iri hati. Bertahun-tahun kemudian Yusuf berkata, “Kamu memang berniat jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.” Kejahatan itu nyata, tetapi Tuhan menggunakannya untuk mendatangkan keselamatan bagi banyak orang.
Dari semua kisah ini, terlihat satu pola yang sama. Tuhan tidak menciptakan dosa dan kejahatan. Namun ketika manusia jatuh, Tuhan tidak membuang mereka. Ia bekerja di tengah kehancuran dan membuka jalan pemulihan.
BACA JUGA: Ketika Ekonomi Memburuk, Alkitab Ternyata Sudah Membicarakannya Ribuan Tahun Lalu
Mungkin hari ini ada bagian dalam hidupmu yang terasa rusak. Mungkin ada kesalahan yang kamu sesali atau keputusan yang membuatmu merasa jauh dari Tuhan. Namun Alkitab menunjukkan bahwa kejatuhan bukanlah akhir dari cerita. Tuhan tidak menciptakan dosa, tetapi Ia menyediakan jalan keluar dari dosa.
Karena pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukan hanya “Mengapa dosa ada?” melainkan “Apa yang Tuhan lakukan ketika dosa itu ada?” Dan jawaban Alkitab adalah: Tuhan tetap mencari, memulihkan, dan membuka jalan bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Marilah kita renungkan.
Sumber : Jawaban ChannelIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!