Upaya perlindungan perempuan dan anak kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Kali ini, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan secara tegas mengajak sekitar 800 gereja di Indonesia untuk bergerak aktif dalam memperkuat perlindungan dari tingkat paling dasar, yaitu keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan saat Wamen PPPA menghadiri Konvensi Pastoral Nasional (Konpasnas) 2026 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Minahasa. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
BACA JUGA: Pesparawi 2026 Siap Digelar! Bawa Konsep Ramah Lingkungan dan Persaudaraan
Perlindungan Dimulai dari Keluarga
Menurut Veronica Tan, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar tentang kasih, keamanan, dan nilai diri. Karena itu, jika keluarga kuat, maka berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan dapat dicegah sejak awal.
“Keluarga adalah fondasi utama. Ketika keluarga kuat, perlindungan perempuan dan anak bisa dimulai dari akar,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa dalam banyak kasus, perempuan sering berada pada posisi tidak berdaya, sementara anak-anak tidak mendapatkan perlindungan yang semestinya. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan peran keluarga sebagai sistem perlindungan pertama.
Gereja Diminta Lebih Hadir di Tengah Masalah Nyata
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA juga mendorong pemimpin gereja untuk memperluas peran pelayanan pastoral. Ia menilai bahwa pelayanan gereja tidak cukup hanya fokus pada kegiatan ibadah atau seremonial.
“Gereja harus hadir dalam persoalan nyata, seperti pengasuhan anak, perlindungan perempuan, dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang lebih kontekstual, gereja diharapkan mampu menjadi tempat aman bagi jemaat untuk mencari dukungan, terutama bagi perempuan dan anak yang rentan.
Komunitas Jadi Kekuatan Perempuan
Veronica juga menekankan pentingnya komunitas dalam memperkuat perempuan. Ia menilai bahwa ketika perempuan berada dalam komunitas yang sehat dan penuh empati, mereka akan memiliki kekuatan untuk bangkit dan menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Ketika kita dikuatkan dalam komunitas, empati dan ketulusan itulah yang menjadi kekuatan,” katanya.
Hal ini menjadi penting di tengah budaya yang masih memandang rendah peran perempuan di beberapa situasi.
Dorong Kemandirian Lewat Program Ekonomi
Selain perlindungan, Wamen PPPA juga memperkenalkan program pemberdayaan perempuan, seperti kebun pangan lokal perempuan yang telah diterapkan di Nusa Tenggara Timur.
Program ini terbukti mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Dengan memiliki penghasilan sendiri, perempuan menjadi lebih berdaya dalam mengambil keputusan dan melindungi keluarganya.
Ia berharap gereja dapat turut mendukung dan mengembangkan program serupa di berbagai daerah.
Sinergi Gereja dan Pemerintah
Dalam pernyataannya, Veronica Tan berharap ratusan gereja dari berbagai denominasi dapat menjadikan konsep “ekklesia domestika” atau gereja keluarga sebagai pusat pelayanan.
“Saya ingin keluarga menjadi wadah utama yang memberi mimpi dan perlindungan nyata bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IAKN Manado, Olivia Wuwung, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelayanan gereja masa kini harus menjawab tantangan sosial, tidak hanya fokus pada aspek spiritual.
Momentum Perkuat Persatuan dan Perlindungan
Konpasnas 2026 yang mengusung tema penguatan pastoral keluarga menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah dan gereja.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan dapat lahir langkah konkret untuk menciptakan keluarga yang lebih tangguh, sekaligus memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan yang layak.
Dengan semakin banyak gereja yang terlibat, gerakan ini diharapkan mampu menciptakan dampak luas bagi masyarakat. Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi menjadi panggilan bersama demi masa depan bangsa yang lebih aman dan berkeadilan.
BACA JUGA: Ramai Isu Komsel dan ‘War Seat’, Umat Kristen Ayo Kembali Fokus
Keluarga juga menjadi perhatian khusus dari CBN Indonesia, oleh karena itu kami memiliki Program The Parenting Project yang akan memperlengkapi Anda untuk membangun keluarga yang lebih sehat dengan menjadikan Kristus sebagai pusat.
Informasi lebih lanjut tentang The Parenting Project bisa kunjungi https://theparentingproject.id/ atau hubungi langsung via Whatsapp di 0811-1011-6556, kami percaya setiap keluarga layak mengalami pemulihan.
Sumber : www.kemenpppa.go.idIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”