“Kalau masih mau tinggal di rumah ini, lepas kalung itu.” Kalimat itu menjadi titik paling menyakitkan dalam perjalanan iman Janisya.
Setelah sebelumnya merasakan damai yang belum pernah ia alami saat datang ke gereja, Janisya harus menghadapi keputusannya mengikuti Tuhan Yesus membuatnya ditolak oleh keluarganya sendiri.
Di podcast Superyouth, Janisya melanjutkan kisah perjalanan hidupnya setelah pertama kali mengenal Kristus.
Lika-liku yang ia hadapi saat mencari kebenaran dalam Tuhan sampai tantangan untuk memegang teguh imannya ketika menghadapi penolakan, ketakutan, juga rasa kehilangan.
BACA JUGA: Ceritanya Viral di TikTok, Mau Bunuh Diri Lalu Ditolong Yesus
“Aku tuh lagi haus banget sama Tuhan. Jadi kayak pengin ibadah terus-menerus. Aku libur ibadah cuma hari Senin doang,” ceritanya.
Damai sejahtera yang dia rasakan ketika di gereja, mengubha kehidupan Janisya perlahan-lahan. Dulu, Janisya dipenuhi ketakutan, overthinking, dan luka batin. Tetapi, pencarian imannya harus menghadapi tantangan ketika ibunya melihat kalung salib yang ia pakai.
“Kalau masih mau di sini, lepas itu kalung. Kalau enggak, pergi dari sini,” cerita Janisya ketika diusir oleh ibunya.
Padahal saat itu Janisya tidak bekerja dan hanya punya uang sekitar Rp500 ribu. Meski takut, ia tetap mempertahankan keyakinannya dan memberanikan diri berkata kepada ibunya bahwa dirinya akan dibaptis beberapa hari lagi.
BACA JUGA: Aku Dipeluk Tuhan Yesus Waktu Lagi Sujud – Kisah Nyata Nur Indah Shinta
“Aku bingung harus ke mana. Aku duduk di depan Indomaret sambil ngomong sama Tuhan, ‘Dad (Allah Bapa), katanya Engkau enggak akan pernah tinggalin aku. Coba tunjukin.’”
Janisya bertanya-tanya, apakah keputusan untuk dibaptis ini benar atau justru akan membuat hubungannya dengan keluarga semakin hancur? Akankah Janisya tetap melanjutkan baptisannya atau mundur?
Saksikan cerita lengkapnya di Podcast Superyouth:
Sumber : YouTube Superyouth
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”