“Gue udah taat sama agama gue sebelumnya, tapi kenapa hidup gue malah kayak gini ya?” Pengakuan Janisya ketika menjadi bintang tamu di Podcast Superyouth.
Janisya, salah satu anak muda yang dengan terbuka membuka perjalanan imannya dari seseorang yang sangat taat di agama yang ia percaya sejak kecil, hingga akhirnya menemukan kedamaian di dalam Kristus.
Lewat Podcast Superyouth, Janis untuk pertama kalinya menceritakan perjalanan lengkap hidupnya sebagai pengikut Kristus.
BACA JUGA: Ibadah Ke Tanah Suci Tapi Hati Bimbang, Dade Bagikan Pergumulannya Jadi Pengikut Kristus
Di balik senyumnya hari ini, Janis ternyata menyimpan banyak luka sejak kecil. Ia tumbuh di keluarga broken home dan terbiasa melihat pertengkaran orangtuanya hampir setiap hari. Situasi itu perlahan membentuk rasa takut dan kegelisahan yang terus ia bawa sampai dewasa.
“Seumur hidup aku dari kecil ngerasa gelisah karena orangtua aku berantem terus. Aku enggak pernah ngerasa tenang.”
Tekanan demi tekanan membuat Jani sempat beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, anehnya, ia selalu selamat dari semua percobaan yang ia lakukan.
BACA JUGA: Kebenaran dalam Alkitab Membuat Ibu Ini Pindah Agama
“Aku pernah loncat dari jembatan Pasopati. Waktu itu aku lagi banyak tekanan. Waktu pulang kerja, aku loncat dari motor sampe kaki aku patah. Aku merasa aneh, kenapa aku masih hidup sampe saat ini? Aku ga ngerti pada saat itu,” ungkap Janis.
Bukan hanya pergumulan keluarga, Janis juga sempat terjebak dalam hubungan toxic. Ia mengalami kekerasan dan pengkhianatan dari orang yang ia sayangi. Di titik itu, Jani mencoba mencari pelarian ke minum alkohol dan berbagai penyimpangan yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan.
Padahal, menurut pengakuannya, ia adalah pribadi yang sangat taat beragama.
“Gue udah taat sama agama gue sebelumnya, tapi kenapa kayak gini ya?”
BACA JUGA: Rela Diusir Keluarga Karena Jadi Pengikut Kristus, Kisah Nyata Fajar Nugraha
Janis merasa hidupnya justru semakin ga jelas dan banyak orang tidak menghargaainya. Akhirnya Janis bertekad untuk bertobat dan kembali menjadi sosok Janis yang taat beragama.
Janis berdoa dan menangis, sampai tertidur. Dalam tidurnya, Janis bermimpi. Ia melihat dirinya menangis di bawah pohon karena lelah atas beban hidup yang ia tanggung, tapi tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang menyinarinya dan berkata:
“Nak, Bapa ga akan pernah tinggalin kamu. Kamu ga perlu takut dan sedih, bapa akan selalu ada di sisi kamu.”
Janis terkejut dan bangun. “Aku kebangun, kaget. Kok Bapa? Bapa kan Tuhannya orang Kristen,” pikir Janis dengan heran.
BACA JUGA: Mualaf Selama 3 Tahun, Marcella Simon Baptis Lagi
Pengalaman itu membuatnya mulai penasaran dengan sosok Tuhan Yesus. Meski awalnya takut dan bingung, Janis memberanikan diri datang ke gereja untuk pertama kalinya.
Ia bahkan berusaha terlihat biasa saja supaya tidak ketahuan berbeda dari jemaat lain. Di tengah penyembahan inilah, Janis merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.
“Pas penyembahan, aku belum pernah merasakan itu sebelumnya. Aku merasa tenang, aku merasa damai sejahtera. Mungkin pada saat itu aku belum ngerti apa itu damai sejahtera, tapi disitu aku ngerasain tenang yang ga pernah aku rasain seumur hidup aku,” ungkap Janis dengan jujur.
“Seumur hidup aku dari aku kecil, aku ngerasa gelisah karena orangtua aku berantem terus. Aku ga pernah ngerasa tenang, selalu overthinking, selalu ketakutan, itu yang aku rasain selama hidup,” lanjutnya lagi.
BACA JUGA: “Iblis Pakai Firman Tuhan untuk Bawa Saya Jatuh dalam Dosa” – Kisah Melki dan Rifka
Bagi banyak orang, rasa tenang mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi Janisya, itu adalah sesuatu yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.
Perjalanan Janisya menjadi pengikut Kristus tidak berhenti sampai ibadahnya pertama kali. Bahkan Janis mendapat ancaman nyawa dan dibuang dari keluarga jika ia masih terus bersikeras menjadi pengikut Kristus.
Cerita lengkap perjalanan Janisya menjadi pengikut Kristus bisa tonton di YouTube Jawaban Channel dan dengarkan sendiri bagaimana perjalanan hidupnya berubah lewat pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya atau video di bawah ini:
Kalau kamu mau kenal Yesus lebih dalam seperti perjalanan Janis, Layanan Doa CBN dengan terbuka menyambutmu. Yuk hubungi Layanan Doa di CBN via WhatsApp di nomor 0822-1500-2424 atau klik tombol live chat di pojok kanan bawah. Tuhan Yesus memberkati.
Sumber : YouTube Superyouth IDIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”