Siapa yang Anda Dengarkan?

Renungan Harian / 27 April 2026

Kalangan Sendiri
Siapa yang Anda Dengarkan?
Lori Official Writer
      62

Matius 14:30

"Tetapi ketika ia melihat tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: 'Tuhan, tolonglah aku!'" 

 

Pernahkah Anda melihat seseorang menyebrangi jurang hanya dengan seutas tali? Dibutuhkan keberanian ekstra untuk bisa melakukannya bukan? Apalagi jika jurang yang harus ia lewati begitu dalam dan berbahaya, pastinya kita memerlukan dukungan dan bahkan bantuan untuk melakukannya. Misalnya, ada orang di ujung jalan yang terus menyemangati untuk tetap fokus sambil berkata: "Ayo, kamu pasti bisa sampai ke ujung. Tetaplah fokus."

Tetapi di tengah ketegangan ini, kita mendengar suara teriakan lain. "Wah, talinya gak stabil. Anginnya kencang ini, kayaknya dia gak akan sampai." Suara ini sontak mengalihkan fokus dan membuat keseimbangan kita hilang. Itu semua terjadi karena kita mengizinkan telinga kita untuk mendengar suara lain yang membuat kita takut. 

Hal ini persis sama seperti yang dialami Petrus. Dia salah satu dari tiga murid yang paling beranni berargumen, tetapi di sisi lain dia sosok yang sangat mudah dipengaruhi situasi sekitarnya. 

Sebagaimana kejadian ketika dia berjalan di atas air. Tidak ada murid lain yang bisa melakukannya selain Petrus. Itu semua terjadi Ketika matanya tertuju pada Yesus dan telinganya hanya menangkap undangan "Datanglah!". Tapi ketika ia kehilangan fokus hanya dalam hitungan detik, dia mulai tenggelam. Seperti dituliskan dalam Matius 14:30, "Tetapi ketika ia melihat tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: 'Tuhan, tolonglah aku!'" 

Tiupan angin menjadi suara lain yang membuatnya mulai takut. Begitu dia membiarkan rasa takut itu mendikte apa yang dia percayai, gravitasi mulai bekerja. Dia tenggelam bukan karena Yesus kehilangan kuasa, tapi karena Petrus kehilangan fokus pada siapa yang dia dengarkan.

Petrus seringkali mewakili kita. Kita seringkali memulai hari dengan penuh keyakinan, tapi begitu ada orang di sekitar kita mulai membagikan situasi atau kondisi yang berlawanan dengan yang kita yakini, pikiran kita mulai terganggu dan membuat iman kita goyah. Atau ketika ada ucapan yang menyinggung dari rekan kerja sampai ke telinga — kita mulai tenggelam dalam kecemasan.

Masalahnya bukan pada besarnya badai, tapi pada frekuensi mana telinga kita disetel. Dan pastikan untuk menjadikan suara Tuhan terdengar lebih keras dibandingkan dengan suara yang lain. Dalam artian, bahwa kita perlu mengucapkan apa yang Tuhan katakan dengan suara yang keras dari mulut kita. Seolah kita meredam suara lain yang mencoba mencuri fokus kita.

Saudara, kebenarannya adalah iman datang dari pendengaran. Jika Anda terus mendengarkan ketakutan, maka ketakutanlah yang akan bertumbuh. Jika Anda mendengarkan Yesus, maka mukjizatlah yang akan terjadi.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?