Menyelesaikan Misi Seperti Yesus
Kalangan Sendiri

Menyelesaikan Misi Seperti Yesus

Lori Official Writer
      83

Yohanes 19:30

"Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

 

Kalau merefleksikan perjalanan hidup Yesus - mulai dari kelahiran-Nya, masa Dia bertumbuh menjadi anak-anak, lalu beranjak dewasa menjadi tukang kayu, dan memasuki usia 30 tahun tiba waktunya untuk Dia tampil melayani selama kurang lebih tiga tahun. Lalu kehidupan-Nya ditutup dengan kematian - bagian akhir hidup yang juga akan dialami oleh semua orang.

Tetapi akhir hidup yang Ia lalui, bukan sebuah kematian yang sama dengan yang rata-rata dialami oleh manusia - seperti kematian karena usia, sakit penyakit, kecelakaan atau hal lainnya. Hanya Yesus yang bisa mengetahui dengan cara bagaimana dia akan mati. Berbeda dengan kita - yang tidak punya kemampuan menerawang bagaimana akhir hidup kita.

Karena itulah Rasul Yohanes menyampaikan hal yang menarik untuk disorot di detik-detik kematian Yesus. Di sana disampaikan, "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya." (Yohanes 19:30) Kata "Sudah Selesai" atau dalam bahasa Yunani disebut "Tetelestai" merujuk kepada sebuah misi atau tugas - bahwa "kematian-Nya" adalah puncak dari rencana besar Allah. 

Di pagi ini, saya mengajak setiap kita untuk merefleksi "Bagaimana kita nantinya mengakhiri perjalanan hidup kita?" Kehadiran Kristus ke dunia bukanlah untuk menjalani kehidupan biasa sebagai manusia: lahir, bertumbuh, dewasa, menikah lalu mati. Tetapi melalui pengutusan ini, kita bisa memahami bahwa Tuhan juga punya rencana spesifik atas setiap kita. 

Anda dan saya memang akan menjalani proses kehidupan yang kurang lebih sama seperti Yesus: lahir, tumbuh, dewasa, menikah dan mati. Tetapi melalui setiap tahapan ini, Tuhan menaruh di dalam setiap kita sebuah misi atau tugas untuk kita selesaikan. 

Jika Yesus datang untuk menyelesaikan misi penebusan sebagai jalan "keselamatan kekal" bagi kita, lalu bagaimana dengan kita? Untuk apa kita hadir di dunia ini? Misi apa yang Tuhan sedang taruhkan untuk kita selesaikan? Sudah sejauh mana kita melangkah untuk menyelesaikannya?

Saya mengajak kita untuk merefleksikan pertanyaan di atas, lalu ambil catatan Anda. Tuliskan jawaban Anda di setiap pertanyaan dengan jujur.

Sebagai penutup sebelum mengambil waktu untuk berdoa secara pribadi, renungkan satu ayat ini: "Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." (2 Korintus 5:15)

Tuhan Yesus Memberkati!

Ikuti Kami