Tangis di Malam Tahun Baru Mengubah Hidup Shella Cletus Selamanya
Sumber: Solusi TV

News / 16 March 2026

Kalangan Sendiri

Tangis di Malam Tahun Baru Mengubah Hidup Shella Cletus Selamanya

Aprita L Ekanaru Official Writer
1228

Pernahkah Anda merasa hidup begitu berat sampai rasanya tidak ada lagi jalan keluar? Kisah Shella Cletus mungkin akan membuat Anda berhenti sejenak dan merenung. Perjalanan hidupnya dimulai dari kesulitan, air mata, dan malam-malam sunyi yang penuh perjuangan.

 

BACA JUGA: Kisah Nyata Devi Anastasia Tentang Kehilangan Perjuangan dan Pengharapan

 

Shella pertama kali mengenal gereja ketika masih duduk di bangku SMP. Saat itu, seorang pelanggan laundry milik ibunya mengajaknya datang ke sebuah gereja Afrika. Namun pengalaman itu tidak langsung membuatnya tertarik. Ia merasa aneh dengan suasana ibadah yang berbeda dan kesulitan memahami bahasa Inggris yang digunakan.

Meski begitu, Shella tetap datang ke Sunday School. Namun saat itu ia hanya ikut bermain bersama teman-teman, tanpa benar-benar memahami atau mendalami iman.

Perjalanan rohaninya mulai berubah ketika ia duduk di bangku SMK. Suatu hari Shella menonton ibadah yang dipimpin oleh Ps. Gerry Lumoindong melalui Facebook. Rasa penasaran membuatnya memutuskan datang ke sebuah gereja Indonesia bernama Glow.

Di sana ia merasakan sesuatu yang berbeda.

“Baru pertama kali saya merasa, oh ternyata begini ibadah itu,” ungkapnya.

Untuk pertama kalinya ia benar-benar mengerti firman Tuhan karena disampaikan dalam bahasa yang ia pahami. Ia juga merasakan hadirat Tuhan yang begitu nyata. Salah satu momen penting terjadi ketika seorang pendeta memanggilnya maju ke altar dan berkata bahwa Tuhan ingin memakai hidupnya.

Sejak saat itu Shella mulai serius menjalani kehidupan rohani. Ia mengikuti kelompok sel, pendalaman Alkitab, dan belajar hidup lebih dekat dengan Tuhan.

Namun hidupnya tidak langsung berubah menjadi mudah. Ia pernah bekerja dengan gaji hanya Rp1,3 juta per bulan, sementara biaya kontrakan mencapai Rp1,6 juta. Kondisi ekonomi yang sulit membuat hidupnya serba kekurangan. Kadang ada lauk tetapi tidak ada nasi, atau sebaliknya.

Puncak kesedihan datang ketika malam Natal dan Tahun Baru. Shella harus merayakan kedua momen itu sendirian tanpa keluarga dan tanpa uang. Bahkan untuk ongkos ke gereja pun ia tidak memiliki uang, sehingga ia harus berjalan kaki.

Ia mengaku saat itu dirinya sangat lelah menjalani hidup yang penuh kekurangan.

Pada malam pergantian tahun, ketika pendeta mengajak jemaat berdoa meminta pengampunan, Shella berlutut dan mencurahkan semuanya kepada Tuhan. Ia mengakui dosa-dosanya dengan jujur dan berdoa dengan hati yang hancur.

“Tuhan, Shela capek hidup susah. Shella tidak mau ngutang lagi. Tahun depan Uche mau sekolah. Tolong saya,” doanya saat itu.

Uche adalah anaknya yang ingin ia sekolahkan dengan layak.

 

BACA JUGA: Dari Menolak Yesus hingga Percaya, Inilah Kisah Shella Cletus yang Tak Pernah Ia Ceritakan

 

Sejak malam Tahun Baru 2023 itu, sesuatu mulai berubah dalam hidupnya. Shella bersaksi bahwa sejak saat itu ia tidak pernah lagi meminjam uang sepeser pun. Perlahan-lahan kehidupannya dipulihkan.

Hari ini Shella bersyukur karena ia sudah memiliki mobil, mampu membiayai sekolah anaknya, dan mengalami pemulihan ekonomi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pemulihan tidak terjadi secara instan. Semua terjadi melalui proses panjang yang tidak selalu mudah.

Namun justru melalui proses itulah ia melihat bagaimana Tuhan membentuk hidupnya sedikit demi sedikit hingga akhirnya dipulihkan.

Apakah Anda juga rindu mengenal Tuhan secara pribadi dan mengalami pemulihan hidup seperti yang dialami oleh Shella Cletus? Layanan Doa CBN siap menuntun dan mendukung Anda dalam doa agar Anda dapat mengalami kasih dan pertolongan Tuhan secara nyata dalam hidup Anda.

Sumber : Podcast SOLUSI TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami