4 Kali Bangkrut! Gen Z Ini Bagikan Cerita Sukses Bangun Bisnis dan Budaya Kerja yang Sehat
Sumber: YouTube Jawaban Channel

Milenial / 10 March 2026

Kalangan Sendiri

4 Kali Bangkrut! Gen Z Ini Bagikan Cerita Sukses Bangun Bisnis dan Budaya Kerja yang Sehat

Claudia Jessica Official Writer
1347

Empat kali bangun bisnis, empat kali juga jatuh. Bagi banyak orang, itu sudah cukup jadi alasan untuk berhenti. Tapi tidak buat Samuel Christ dan Joy Lodra.

Sebelum dikenal lewat Seefluencer, dua anak muda ini justru memulai dari fase yang tidak nyaman. Mereka pulang dari Amerika, sama-sama menganggur, dan belum tahu harus melangkah ke mana.

Bagi mereka, pulang ke kota asal juga bukan pilihan yang mudah. “Kalau kita balik ke kota masing-masing malu sama orang tua,” cerita Joy dalam podcast Cahaya Bagi Negeri.

Di tengah kondisi serba tidak pasti itu, mereka mulai mencaritahu apa yang masih bisa dikerjakan. Berbagai macam ide bisnis, dari burger sampai beberapa proyek lain yang masuk dalam pertimbangan mereka.

Sebelum membangun Seefluencer, Samuel dan Joy sempat mencoba banyak hal. “Masa sih yang kelima kita bangkrut lagi? Mau sampai kapan kita bangkrut terus?” kata Samuel, mengingat momen ketika mereka mulai ragu melangkah lagi.

 

Namun justru dari titik itu, arah baru mulai terbuka. Mereka sadar satu hal yang paling mereka kuasai adalah membuat konten. Dari sana lahirlah Seefluencer, sebuah platform yang membantu owner business dan content creator untuk memulai karir mereka.

Menariknya, Samuel dan Joy tidak membangun bisnis ini dengan pola pikir mengejar uang secepat mungkin. Mereka justru menanam fondasi yang berbeda sejak awal.

“Dua tahun pertama kita enggak ambil gaji sama sekali,” ungkap Samuel. Bagi mereka, sukses bukan semata tentang nominal, tetapi tentang perubahan hidup yang bisa mereka lihat langsung.

Joy juga menegaskan bahwa tujuan mereka jelas. Mereka ingin membantu para content creator dan pemilik bisnis bertumbuh secara organik dan punya arah yang benar, bukan viral sesaat.

“Viral itu bonus menurut saya,” katanya. Yang jauh lebih penting adalah value, integritas, dan dampak jangka panjang.

Di balik pertumbuhan bisnis mereka yang cepat, ada tantangan yang ternyata tidak sederhana. Bukan cuma soal produk atau penjualan, tetapi juga tentang mengelola tim, membangun budaya kerja yang sehat, dan terus menjaga visi tetap sama.

Di sinilah mereka mengaku sangat membutuhkan hikmat Tuhan. Samuel bahkan berkata, “Kalau bukan Tuhan yang kasih kita hikmat untuk menggerakkan ini perusahaan, kita enggak mungkin bisa berjalan sejauh ini juga.”

Bagaimana dua anak muda ini bisa bangkit dari kegagalan berulang, membangun bisnis dari kondisi kepepet, sampai akhirnya melihat hidup banyak orang berubah lewat karya mereka?

Cerita lengkap Samuel Christ dan Joy Lodra bisa kamu tonton di podcast Cahaya Bagi Negeri hanya di YouTube Jawaban Channel.

Sumber : YouTube Jawaban Channel
Halaman :
1

Ikuti Kami