Pernahkah kamu merasa hidup berjalan di tempat, lelah dengan kesulitan yang tak kunjung usai, dan bertanya-tanya di mana Tuhan saat kamu paling membutuhkan-Nya?
Shella, seorang ibu muda dan konten kreator, tahu persis bagaimana rasanya. Di balik senyum dan kehidupannya yang sekarang diberkati, tersembunyi sebuah perjalanan panjang yang baru pertama kali ia buka di Podcast Solusi. Kisahnya bukan tentang perubahan instan, melainkan tentang sebuah proses yang menyakitkan namun penuh dengan mukjizat.
Awalnya, Shella bukanlah seorang pengikut Kristus. Ia tumbuh dalam keluarga dengan kepercayaan lain. Pertemuannya dengan kekristenan justru dimulai dari rasa penasaran dan penolakan. "Aku kayak ngerasa aneh aja, ini orang-orang apa sih? Sok-sok'an Yesus gitu... aku tuh kayak enggak suka, benar-benar menolak," ungkapnya, mengenang masa-masa SMP-nya saat diajak ke gereja oleh tetangganya.
BACA JUGA: Tangis di Malam Tahun Baru Mengubah Hidup Shella Cletus Selamanya
Namun, rasa haus akan kebenaran membawanya melangkah lebih jauh. Ia mulai mencari tahu sendiri, hingga akhirnya menemukan sebuah gereja yang membuatnya mengerti. Di sanalah ia mulai merasakan kehadiran Tuhan yang nyata, jauh berbeda dari sekadar ikut-ikutan.
Perjalanan imannya tidak langsung mulus. Shella harus berjuang melawan rasa takut untuk mengakui imannya di depan keluarga. Ia bahkan menyembunyikan kalung salibnya karena takut tidak diterima. Namun, sebuah ayat dalam Alkitab menghentaknya. Sejak saat itu, ia berani berkata, "Bodo amat, di dunia ini aku pengikut Yesus!"
Masalah terbesar justru datang setelah ia mantap mengikut Yesus, ekonomi yang begitu terpuruk. Dengan gaji Rp 1,3 juta namun biaya kontrakan Rp 1,6 juta, ia harus berjuang keras. Dari jualan pisang goreng, jadi SPG, hingga harus memilih antara lauk dan nasi. "Aku capek banget hidup susah," kenangnya.
Puncaknya terjadi pada sebuah malam pergantian tahun. Di saat orang lain merayakan, Shella merasa sangat sendirian, lelah, dan putus asa. Ia tak punya uang untuk makan, apalagi ongkos ke gereja. Dengan berjalan kaki dan hati hancur, ia berlutut di lantai gereja. Malam itu, ia berseru kepada Tuhan dengan detail, memohon pengampunan dan meminta dengan sungguh-sungguh agar hidupnya yang penuh hutang dan kekurangan berhenti sampai di situ saja.
Tahukah Anda apa yang terjadi setelah malam penuh air mata itu?
Saksikan bagaimana perjalanan hidup Shella selengkapnya dalam video wawancara inspiratif di bawah ini:
Apakah Anda juga rindu mengenal Tuhan secara pribadi dan mengalami pemulihan hidup seperti yang dialami oleh Shella Cletus? Layanan Doa CBN siap menuntun dan mendukung Anda dalam doa agar Anda dapat mengalami kasih dan pertolongan Tuhan secara nyata dalam hidup Anda.