Pastor Prayer Meeting Soroti Tanda Akhir Zaman dan Urgensi Amanat Agung
Sumber: Jawaban.com

News / 24 February 2026

Kalangan Sendiri

Pastor Prayer Meeting Soroti Tanda Akhir Zaman dan Urgensi Amanat Agung

Aprita L Ekanaru Official Writer
1806

Suasana Pastor Prayer Meeting di Plaza Menara Doa Cahaya, Senin 23 Februari 2026, terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan doa rutin, acara ini menjadi momen perenungan yang mendalam ketika Mark McClendon membagikan pesan tentang tanda-tanda akhir zaman dan panggilan Tuhan bagi gereja di masa kini.

Sejak awal, Mark mengajak para peserta untuk memperbaiki intensitas doa. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks tidak bisa dihadapi dengan doa yang setengah-setengah. Ia menekankan pentingnya berdoa bagi generasi muda agar mereka sungguh-sungguh mencari Tuhan, berani mengambil tongkat estafet iman, dan menyelesaikan Amanat Agung dengan penuh tanggung jawab.

Salah satu ilustrasi sederhana namun bermakna ia sampaikan dari pengalaman pribadinya. “Pagi ini, saat saya bangun tidur, saya mendengar burung bernyanyi,” ujarnya. Hal kecil itu mengingatkannya bahwa Tuhan terus berbicara, tetapi sering kali manusia terlalu sibuk hingga kehilangan kepekaan terhadap suara-Nya. Kita hadir di zaman yang penuh distraksi, nyaman dengan rutinitas, namun perlahan menjauh dari apa yang sebenarnya Tuhan mau.

Ia juga membagikan pengalamannya pada tahun 2006 saat menghadiri sebuah pelayanan di Toronto. Di sana, ia menyaksikan lawatan Tuhan yang luar biasa. Namun, ia menyadari satu hal penting: momen rohani seperti itu tidak berlangsung selamanya. Ada waktu-waktu khusus, kairos moment, di mana Tuhan bekerja dengan cara yang sangat spesifik. Jika kita tidak peka, kita bisa melewatkannya begitu saja.

Mengutip Yesaya 59:19, Mark mengingatkan bahwa gereja dipanggil untuk kembali kepada visi awal. Amanat Agung tidak bisa dikerjakan dengan santai. Dibutuhkan rasa urgensi, langkah yang cepat, bahkan keberanian untuk “berlari” menjawab panggilan Tuhan. Terutama di era yang ia sebut sebagai era exponential influence.

Menurutnya, periode 2025 hingga 2033 akan menjadi titik krusial dalam sejarah manusia. Perubahan besar, bahkan fenomenal, akan terjadi dengan kecepatan yang belum pernah dialami sebelumnya. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, akan menjadi alat yang Tuhan izinkan turun seperti “hujan” untuk memperlengkapi gereja menyelesaikan Amanat Agung.

Namun, ia mengingatkan bahwa hamba Tuhan harus memahami perbedaan generasi, termasuk generasi AI dengan pola pikir yang sangat berbeda. Di tengah kekacauan dan chaos yang akan datang, justru di sanalah tuaian terbesar akan terjadi. Gereja dipanggil untuk siap, peka, dan setia, karena inilah esensi dari akhir zaman yang sedang kita jalani bersama.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami